Siapkan Sensus Ekonomi 2026, Pemkab Karimun Luncurkan Desa Cinta Statistik di Selat Mendaun

Karimun, Kepri, Peristiwa43 Dilihat

Karimun – Guna memperkuat akurasi data pembangunan dari tingkat akar rumput, Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, secara resmi meluncurkan program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) di Ruang Rapat Cempaka Putih, Selasa (14/4/2026).

Program Desa Cantik merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan literasi dan kapabilitas statistik perangkat desa. Sebagai langkah awal, tiga desa di Kecamatan Selat Mendaun resmi dicanangkan sebagai pionir, yakni Desa Selat Mendaun, Desa Parit, dan Desa Tulang.

Dalam sambutannya, Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa data adalah “kompas” utama dalam menentukan arah pembangunan daerah. Pemetaan potensi desa yang akurat menjadi kunci agar kebijakan pemerintah tepat sasaran.

Baca Juga :  Satgas Pangan Bintan Jamin Stok Bapokting Aman Jelang Lebaran, Pedagang Nakal Bakal Ditindak!

“Pembangunan yang efektif tidak boleh berdasarkan asumsi, melainkan harus berbasis data riil di lapangan. Melalui Desa Cantik, kita ingin perangkat desa mandiri dalam mengelola informasi ekonomi dan karakteristik wilayahnya,” ujar Bupati Iskandarsyah.

Persiapan Sensus Ekonomi 2026

Peluncuran ini juga menjadi langkah krusial dalam menyambut perhelatan besar Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Agustus mendatang. Dengan semangat #MencatatEkonomiIndonesia, Pemkab Karimun berkomitmen menyediakan informasi mendalam mengenai struktur ekonomi dan ekonomi lingkungan.

Bupati berharap, dengan adanya program ini, setiap kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar mampu menyentuh kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karimun secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Gelar Rapat RTRW, Li Claudia Chandra Dorong Seluruh Pulau Berpenghuni di Batam Miliki Pelabuhan

Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama serta penyerahan Piagam Penganugerahan Desa Cantik Kabupaten Karimun Tahun 2025 kepada desa-desa yang telah menunjukkan dedikasi dalam pengelolaan data statistik. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *