Bintan – Partai final sepak bola Bupati Cup 2026 tingkat Kabupaten Bintan yang mempertemukan Busung FC melawan Porges FC di Lapangan Assyura KM 20, Bintan Timur, Kamis (4/6/2026) sore, berakhir dengan drama luar biasa. Porges FC keluar sebagai juara baru setelah menumbangkan sang juara bertahan, Busung FC, melalui babak adu penalti yang menegangkan.
Kemenangan Porges FC dengan skor akhir 5-3 ini sekaligus mematahkan ambisi besar Busung FC untuk mencetak hattrick atau juara tiga kali berturut-turut demi membawa pulang Piala Tetap Bupati Bintan.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bintan, Alfeni Harmi, menyebut laga final sore itu sangat layak diacungi jempol. Antusiasme penonton yang memadati lapangan menciptakan euforia yang luar biasa sejak peluit pertama dibunyikan.
“Ini kami sebut pantas untuk laga final, karena seru dan antusias penonton luar biasa. Kita lihat tadi euforia sudah sangat-sangat terbaca dan dirasakan oleh kita semua. Adu penalti memang menjadi sebuah akhir dramatis yang layak untuk kita bahas lebih panjang,” ujar Alfeni Harmi saat diwawancarai usai pertandingan.
Faktor Psikologis Jadi Penentu
Alfeni membeberkan pandangannya mengenai jalannya laga, khususnya saat memasuki babak tos-tosan. Menurutnya, Busung FC sebenarnya sudah berupaya keras menyelesaikan pertandingan di waktu normal karena sadar adu penalti adalah momok menakutkan bagi mereka berdasarkan catatan laga sebelumnya.
“Adu penalti tadi skor terakhir 5-3 setelah penendang dari kedua tim melaksanakan kewajibannya. Berdasarkan catatan, adu penalti ini memang menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi Busung FC. Tadi mereka mencoba memaksa pertandingan dimenangkan di dua babak normal. Begitu drama penalti terjadi, kami melihat secara psikologis teman-teman Busung FC agak tertekan dan menghindari situasi itu,” ungkap Alfeni.
Gagalnya Busung FC mengunci kemenangan sore itu membuat peta persaingan sepak bola di Bintan kembali terbuka lebar.
“Sebenarnya kita berharap kalau ini dimenangkan oleh Busung FC, maka kemenangan ini akan membuahkan piala tetap yang ketiga kalinya bagi mereka. Namun, hari ini kita melihat ada fenomena dan dinamika baru dari Porges FC, maka perebutan piala bergilir akan kita ulang lagi dari awal,” tambahnya.
Jembatan Menuju Popda dan Porprov
Pasca-gelaran Bupati Cup 2026 yang berjalan aman dan lancar ini, Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dispora telah menyiapkan strategi jangka panjang. Turnamen ini menjadi wadah talent scouting (pencarian bakat) untuk menjaring pesepak bola terbaik yang akan melebur menjadi Tim Kabupaten Bintan.
“Dalam waktu dekat, ada ajang Popda di Karimun pada 2 Juli 2026. Kemudian nanti di akhir tahun, sekitar bulan November, akan dilaksanakan Porprov di Tanjungpinang. Tim-tim ini akan diseleksi, beberapa talentanya akan kita himpun menjadi sebuah tim kuat atas nama Kabupaten Bintan,” jelas Kadispora.
Lebih lanjut, Alfeni juga menyoroti adanya pergeseran peta kekuatan sepak bola di Kabupaten Bintan saat ini. Jika dahulu wilayah Timur sangat mendominasi, kini klub-klub dari wilayah Utara mulai menunjukkan taji dan layak diperhitungkan.
“Perkembangannya cukup maksimal dan sekarang sudah bergeser ke arah utara. Kami lihat keterlibatan perusahaan seperti BIIE sudah masuk karena itu wilayah utara. Selain klub lama yang menjadi andalan kita seperti Porges FC, ada juga klub-klub baru yang berkembang pesat seperti Bintan Muda. Banyak klub yang kami yakin masih membumi dan ini sangat bagus untuk perkembangan sepak bola kita ke depan,” pungkasnya. (Tim)





