Lantai Kamar Mendadak Ambruk ke Laut Tengah Malam, Mantan Ketua RT di Berakit Bintan Kehilangan Tempat Tinggal

Bintan, Kepri, Peristiwa31 Dilihat

Bintan – Nasib malang menimpa Mariah (55), mantan Ketua RT 01/RW 01 Dusun 1 Teluk Merbau, Kampung Panglong Dapur Arang, Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebung, Kabupaten Bintan. Rumah panggung yang ia tempati ambruk secara bertahap sejak Sabtu dini hari, 23 Mei 2026 lalu.

Meski kehilangan tempat tinggal, Mariah masih dilingkupi rasa syukur karena musibah tersebut tidak sampai memakan korban jiwa.

Saat ditemui di lokasi kejadian pada Jumat (5/6/2026) siang, Mariah menceritakan detik-detik menegangkan runtuhnya rumah tersebut. Peristiwa itu bermula sekitar pukul 02.15 WIB saat dirinya dan sang suami sedang tidur nyenyak.

“Kami sangat kaget, kejadiannya dimulai dari lantai di dalam kamar anak saya yang mendadak rubuh dan langsung jatuh ke laut. Beruntung saat itu anak saya sedang tidak berada di rumah, sehingga tidak ada korban jiwa,” kenang Mariah sembari melihat kondisi rumahnya yang kini memprihatinkan.

Pasca-lantai kamar ambruk malam itu, kerusakan terus meluas. Keesokan harinya, bagian plafon rumah ikut runtuh dan disusul oleh ambrolnya lantai di ruangan lainnya. Karena masa jabatannya sebagai Ketua RT juga telah berakhir pada 2 Juni lalu dan rumahnya tak lagi bisa ditempati, Mariah kini terpaksa menumpang di kediaman anaknya yang berada di Teluk Bakau.

Baca Juga :  Ukir Sejarah, Misni Resmi Dilantik Gubernur Ansar Sebagai Sekda Perempuan Pertama di Kepulauan Riau

Rumah Bantuan Suku Laut Mulai Lapuk

Ambruknya rumah Mariah ternyata bukan kasus pertama. Wakil Ketua BPD Desa Berakit, Ragil Maulidul Lail (25), membeberkan bahwa pemukiman tersebut merupakan kawasan rumah bantuan dari Pemkab Bintan yang dibangun pada tahun 2014 silam, di masa kepemimpinan Bupati Ansar Ahmad.

Saat itu, pemerintah membangun sekitar 60 unit rumah panggung dengan anggaran Rp45 juta per unit, yang diperuntukkan bagi warga Suku Laut agar mereka bisa tinggal di darat setelah sebelumnya hidup terapung di atas sampan. Namun, sejak tahun 2019, satu per satu rumah bantuan tersebut mulai mengalami kerusakan parah bahkan ada yang sudah rubuh total.

Baca Juga :  Ekonomi Batam Tumbuh 6,76 Persen, Wali Kota Amsakar: Jauh di Atas Rata-rata Nasional!

Pantauan di lapangan saat ini menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Beberapa unit rumah tetangga tampak mulai retak pada bagian dinding, lantai yang ambles, hingga kontruksi yang miring. Akibatnya, sebagian warga dirundung ketakutan dan tidak berani lagi tidur di dalam rumah mereka sendiri.

Ina (39), salah seorang tetangga dekat Mariah, mengaku cemas karena sisa bangunan rumah Mariah yang ambruk kini posisinya miring dan mengarah tepat ke rumahnya.

“Saya berharap pihak pemerintah desa dapat melakukan perobohan total pada sisa bangunan yang sudah runtuh ini. Saya takut bangunan itu nanti menimpa rumah saya kalau dibiarkan,” harap Ina cemas.

Warga Desak Bupati Bintan Turun Lapangan

Keluhan lain juga disampaikan oleh Monika Sabariati (55), warga Panglong lainnya. Ia berharap jika nantinya pemerintah daerah melakukan rehabilitasi atau pembangunan ulang, kontruksinya harus disesuaikan dengan kondisi alam setempat.

“Kami minta kalau dibangun lagi, dindingnya dari papan saja dan lantainya semen. Posisinya juga harus ditinggikan dari yang sekarang. Kalau musim angin utara, air laut selalu naik dan menggenangi dalam rumah. Kalau pakai dinding papan, seandainya rusak kami masih mampu beli dan memperbaiki sendiri,” kata Monika.

Baca Juga :  Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Beda? Menag Nasaruddin Umar Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Posisi Hilal!

Merespons jeritan warganya, Wakil Ketua BPD, Ragil Maulidul Lail, mendesak Bupati Bintan untuk segera turun langsung melihat kondisi riil di Kampung Panglong agar solusi jangka panjang bisa segera dirumuskan.

“Kami ini adalah rakyat yang mempunyai pimpinan, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga bupati. Kami berharap pimpinan kami melihat langsung ke sini,” tegas Ragil.

Ragil menambahkan bahwa dua hari pasca-kejadian, tepatnya pada Senin 25 Mei 2026, Camat Teluk Sebung, Nuraini, sebenarnya sudah sempat meninjau lokasi penumpangan. Saat itu, Camat telah menginstruksikan Ketua BPD untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap unit-unit rumah warga yang mengalami kerusakan untuk dilaporkan ke tingkat kabupaten.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *