Tanjungpinang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Nur Hafifa, mahasiswi Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), berhasil menyapu bersih lima penghargaan prestisius dalam ajang Global Youth Innovation Summit (GYIS) Batch 15 yang berlangsung di Singapura dan Malaysia pada 20-23 April 2026.
GYIS merupakan kompetisi global yang berfokus pada inovasi pendidikan, kepemimpinan pemuda, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dalam proses seleksi yang sangat ketat, Nur Hafifa terpilih sebagai Top 1 Awardee: Fully Funded Delegate setelah menyisihkan 95 pendaftar terpilih dari berbagai negara.
Selama empat hari rangkaian kegiatan, Nur Hafifa tampil sebagai presenter dengan membawakan proyek inovasi sosial bernama “SeaVolve”. Proyek ini merupakan inisiatif pemberdayaan perempuan pesisir yang fokus pada optimalisasi sumber daya lokal melalui skema 5-Step Empowerment Journey.
Keaktifan serta keahlian Hafifa dalam berdiplomasi selama acara berlangsung membawanya meraih rentetan penghargaan, di antaranya:
-
1st Winner Best Delegate (Overall Best Participant)
-
2nd Winner SDGs Project Presentation
-
2nd Winner Best Speaker
-
Most Favorite Team
-
Fully Funded Delegate Award

Riset Kuat dan Kemampuan Diplomasi
Dihubungi melalui pesan singkat, Hafifa mahasiswi semester 6 itu membagikan rahasianya dalam meraih lima kategori penghargaan sekaligus, mulai dari 1st Winner Best Delegate hingga Best Speaker. Ia mengaku melakukan persiapan teknis yang sangat mendalam, terutama pada sesi presentasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Saya berusaha memaksimalkan diri selama kegiatan. Terutama saat presentasi SDGs, saya mempersiapkan pitching dengan serius, mulai dari latihan speaking dalam bahasa Inggris, riset data yang kuat, hingga menyusun slide yang menarik, aktual, dan faktual,” ungkap Hafifa.
Ia menambahkan bahwa kemampuan diplomasi dan public speaking yang terus dilatih menjadi faktor penentu kemenangannya sebagai pembicara terbaik. Namun, ia tetap rendah hati dengan menekankan bahwa gelar Most Favourite Team yang diraihnya merupakan buah dari kerja sama tim yang solid.
Inspirasi dari Kampus Kelas Dunia
Selain berkompetisi, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan program Mini Academic Exchange ke beberapa universitas terkemuka dunia, yakni Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Universiti Malaya (UM), dan International Islamic University Malaysia (IIUM).
Kunjungan ke NTU Singapura meninggalkan kesan mendalam bagi Hafifa. Ia mengaku sangat terinspirasi oleh fasilitas dan lingkungan belajar yang ada di sana.
“Saya melihat langsung lingkungan pembelajaran dan fasilitas yang sangat mendukung mahasiswa untuk berkembang. Hal ini memberikan insight baru, terutama bagi saya yang tertarik dengan program exchange di masa depan,” jelasnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Pencapaian internasional ini mempertegas komitmen UMRAH dalam mencetak generasi muda yang inovatif dan berdaya saing global. Sebagai penutup, Hafifa memberikan pesan penyemangat bagi rekan-rekan mahasiswa untuk terus konsisten dalam berproses.
“Terus semangat, berlatih, dan konsisten dalam merevisi setiap progres. Step by step, everything will improve. Karena pada akhirnya, hasil yang kuat datang dari kejelasan, konsistensi, dan keberanian untuk terus berkembang,” pungkasnya.
Pencapaian internasional ini membuktikan komitmen UMRAH dalam mencetak generasi muda yang inovatif, berdaya saing global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi isu-isu berkelanjutan di kancah internasional. (Red)





