Bintan – Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) EHD Tanjung Uban meresmikan tujuh gedung baru penunjang layanan kesehatan jiwa tahap II, Jumat (13/02/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Direktur RSJKO EHD, Asep Guntur Sapari, dengan prosesi pemotongan pita dan peninjauan ruangan.
Tujuh gedung yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat ini meliputi: Gedung IGD jiwa dan non-jiwa yang sudah beroperasi sejak sepekan lalu .Gedung penunjang layanan diagnostik kesehatan mental, dengan fasilitas EEG (Electroencephalography), ECT (Electroconvulsive Therapy), TMS (Transcranial Magnetic Stimulation) dan biofeedback.
Serta Lima gedung rawat inap jiwa, termasuk bangunan khusus lansia serta pasien ketergantungan dan penyalahgunaan psikotropika putra-putri.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan bahwa pembangunan tahap II ini merupakan bagian dari Program Astacita Presiden RI untuk melengkapi infrastruktur kesehatan di daerah yang menelan anggaran lebih dari Rp53 miliar.
“Presiden dan Wakil Presiden melalui program Astacita terus melengkapi infrastruktur di daerah, termasuk layanan kesehatan gratis. Harapan kita, rumah sakit di Kepri naik kelas dengan layanan spesialisasi, sehingga masyarakat tidak perlu berobat jauh keluar daerah,” kata Ansar.

Sementara itu Direktur RSJKO EHD, Asep Guntur Sapari, menegaskan bahwa pembangunan ini mengusung pendekatan humanis, Dimana pelayanan tidak hanya berfokus pada pengobatan medis tetapi juga pencegahan atau skrining hingga pembekalan layanan psikososial agar pasien dapat kembali beradaptasi di masyarakat.
“Kami berharap ada perubahan paradigma. Pasien tidak hanya diobati, tapi juga diperlakukan sebagai individu utuh. Setelah berobat, mereka bisa kembali melanjutkan kehidupan sosialnya.
Untuk mendukung itu semua, Layanan preventif, skrinning, hingga pembekalan psiko-sosial juga kami siapkan dengan dukungan dinas sosial, satpol PP, dan dinas kesehatan,” ujarnya.
Dengan peresmian ini, RSJKO EHD diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan jiwa yang lebih komprehensif dan ramah pasien, sekaligus mendukung transformasi kesehatan mental yang humanis di Kepulauan Riau.






