Perkuat Identitas Melayu, Gubernur Ansar Ahmad dan LAM Kepri Kompak Kawal Pembangunan Monumen Bahasa

Bintan, Kepri, Peristiwa56 Dilihat

Tanjungpinang – Dalam suasana hangat bulan Syawal, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menghadiri kegiatan halalbihalal yang diselenggarakan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri di Balai Adat Indera Sakti, Tanjungpinang, Senin (14/4/2026). Momentum ini menjadi sarana penting untuk memperkokoh nilai-nilai budaya Melayu sebagai identitas utama masyarakat Kepulauan Riau.

Ketua LAM Kepri, Raja Al Hafiz, dalam sambutannya menegaskan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat persatuan dan menjaga nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas perhatian Gubernur Ansar terhadap pengembangan Pulau Penyengat.

Baca Juga :  Lengkapi Ikhtiar Hadapi Kekeringan, Pemkab Bintan Gelar Salat Istisqa Besok Pagi

“Di bawah kepemimpinan Gubernur Ansar, Pulau Penyengat mengalami kemajuan pesat dan semakin hidup sebagai destinasi wisata religi serta budaya. Apalagi dengan rencana pembangunan Monumen Bahasa Indonesia yang akan mempertegas posisi Penyengat dalam sejarah RI,” ujar Raja Al Hafiz.

Gubernur Ansar Ahmad menekankan bahwa silaturahmi antara pemerintah dan lembaga adat adalah kekuatan utama dalam membangun daerah. Ia mengajak seluruh elemen LAM Kepri untuk terus bersinergi, terutama dalam menghadapi arus modernisasi yang kian kencang.

“Silaturahmi seperti ini harus terus kita jaga, karena menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan dan memperkuat identitas budaya daerah,” ungkap Ansar.

Baca Juga :  Terbaik di Indonesia! BPR Bintan Raih Bintang 4 dalam Ajang TOP BUMD Awards 2026

Kawal Pembangunan Monumen Bahasa Indonesia

Lebih lanjut, Gubernur Ansar mengajak LAM Kepri serta masyarakat luas untuk turut mengawal berbagai program pembangunan strategis, termasuk rencana pembangunan Monumen Bahasa Indonesia di Pulau Penyengat.

“Partisipasi masyarakat sangat penting agar setiap program pembangunan berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat yang optimal bagi daerah,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara Pemerintah Provinsi Kepri dan LAM Kepri semakin solid dalam menjaga warisan budaya Melayu sekaligus mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *