Bintan – Pemerintah Desa Busung terus berkomitmen mengoptimalkan fasilitas di objek wisata unggulan Gurun Pasir Telaga Biru, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan. Salah satu fokus utama yang sedang digesa saat ini adalah pemenuhan fasilitas jaringan listrik di kawasan wisata tersebut.
Kepala Desa Busung, Rusli, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi intensif dengan instansi terkait untuk merealisasikan pemasangan aliran listrik. Hanya saja, proses di lapangan masih membentur kendala administratif mengenai status lahan.
“Sebenarnya sudah kami komunikasikan kepada pihak terkait. Hambatan utamanya saat ini adalah pemancangan tiang listrik yang harus mengantongi izin resmi dari pemilik tanah. Itu yang sedang kami selesaikan,” ujar Rusli saat dikonfirmasi baru-baru ini.
Kendati demikian, Rusli menegaskan Pemerintah Desa Busung tidak tinggal diam. Koordinasi berlapis terus dilakukan, terutama bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bintan, guna mencari jalan keluar terbaik terkait perizinan pemasangan tiang di lokasi tersebut.

Siapkan Wahana Baru di Awal Tahun 2027
Di samping membenahi sektor kelistrikan, pengelola kawasan wisata Gurun Pasir Telaga Biru juga tengah menyiapkan kejutan bagi para pelancong. Rusli membeberkan rencana penambahan wahana baru untuk mempercantik pemandangan di sekitar area kolam.
Saat ini, fasilitas penunjang seperti tempat berteduh di pinggir kolam, rakit wisata atau pokcai sedang dalam tahap pembuatan. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak daya tarik wisata sekaligus membuka keran ekonomi baru bagi warga lokal.
“Pembuatan rakit dan pokcai ini membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat yang nantinya akan mengelola langsung. Insyaallah, pada bulan Januari 2027 mendatang, kami akan meresmikan wahana baru ini,” tambahnya.
Berdayakan Masyarakat Lewat Musyawarah
Suksesnya pengelolaan destinasi wisata yang menyerupai lanskap Timur Tengah ini diakui Rusli tidak lepas dari peran aktif masyarakat. Setidaknya ada lebih dari 50 Kepala Keluarga (KK) yang menggantungkan harapan hidupnya di sektor ekonomi kreatif ini.
Seluruh elemen desa mulai dari pemuda, Karang Taruna, kelembagaan desa, hingga masyarakat umum dilibatkan langsung berdasarkan kesepakatan yang lahir dari asas musyawarah dan mufakat.
“Kegiatan di Gurun Pasir ini melibatkan semua pihak. Tujuan kolektif kami bukan untuk menguasai, melainkan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama untuk menjaga serta memajukan tempat ini ke depan,” pungkas Rusli. (Tim)












