Waduk Sei Jago Mengering dan Bocor, Pemprov Kepri Siapkan Langkah Darurat Layanan Air Bersih

Bintan, Kepri, Peristiwa512 Dilihat

Bintan – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menginstruksikan rehabilitasi total terhadap Waduk Sei Jago di Kecamatan Bintan Utara. Langkah tegas ini diambil menyusul kondisi waduk yang saat ini rusak parah hingga kehilangan fungsinya sebagai daerah tangkapan air maksimal.

Instruksi tersebut disampaikan Wagub Nyanyang saat meninjau langsung lokasi waduk didampingi Tim Percepatan Pembangunan Kepri, Suyono Saeran, serta Kabid Sumber Daya Air Dinas PU Kepri, Dona Astriana, Senin (6/4).

banner 728x90

Waduk Sei Jago yang dikelola Perumda Tirta Kepri merupakan sumber air utama bagi sekitar 3.000 sambungan pelanggan di wilayah Tanjung Uban. Namun, akibat kemarau panjang, waduk ini mengalami kekeringan ekstrem yang diperparah dengan kerusakan struktur.

Baca Juga :  Bupati Roby Kurniawan Dorong Bank BTN Perbanyak KPR Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Bintan

“Jika melihat kondisi di lapangan, Waduk Sei Jago memang harus direhabilitasi secara total. Kondisinya rusak berat dan tidak bisa lagi berfungsi maksimal untuk melayani warga,” ujar Nyanyang.

Kabid SDA Dinas PU Kepri, Dona Astriana, menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, waduk ini mampu mengalirkan air hingga kapasitas 40 liter per detik. “Selain faktor cuaca, ditemukan kebocoran pada struktur bawah waduk. Ditambah lagi, lahan hutan di sempadan waduk kini sebagian besar telah beralih fungsi menjadi perkebunan masyarakat,” ungkap Dona.

Baca Juga :  Apel Perdana Pasca Lebaran 1447 H: Gubernur Ansar Ajak ASN Kepri Hemat Energi Hadapi Tantangan Global
Kondisi Waduk Sei Jago nampak dari udara. Senin,(06/03/2026). Foto : Diskominfo Kepri

Menyikapi hal ini, Wagub Nyanyang memberikan beberapa arahan strategis:

  1. Normalisasi Tali Air: Melakukan pengerukan dan pembersihan jalur air dari hulu menuju titik intake.

  2. Usulan Tampungan Baru: Pemerintah Provinsi akan berkoordinasi dengan Kementerian PU melalui Dirjen Sumber Daya Air untuk membangun tampungan air baru tepat di bawah lokasi waduk eksisting.

  3. Rehab Total: Memperbaiki kebocoran struktur bawah guna memastikan air tidak terbuang sia-sia saat curah hujan kembali normal.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar krisis air bersih di Bintan Utara tidak terus berulang setiap musim kemarau tiba. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *