Natuna – Komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di beranda terdepan NKRI kembali membuahkan hasil nyata. Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, didampingi Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, meresmikan penggunaan Jembatan Semala di Desa Kelarik Utara, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Jumat (3/4).
Jembatan sepanjang 30 meter ini menjadi akses krusial yang menghubungkan Kecamatan Batubi dengan Kelarik. Pembangunan infrastruktur strategis ini menelan anggaran sebesar Rp12.528.677.000 yang bersumber dari APBD Kepri tahun anggaran 2025.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa jembatan bukan sekadar struktur beton dan baja, melainkan simbol kehadiran pemerintah dalam menyatukan titik-titik pertumbuhan ekonomi.
“Tanpa aksesibilitas yang memadai, potensi ekonomi di daerah pelosok akan sulit berkembang. Jembatan Semala ini adalah urat nadi untuk mewujudkan visi Kepri yang Maju, Makmur, dan Merata,” tegas Ansar di hadapan warga Natuna.
Gubernur menambahkan, keberadaan jembatan ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, memperlancar arus transportasi barang dan jasa, serta memicu munculnya pusat ekonomi baru di sepanjang jalur tersebut.
Mengingat besarnya investasi yang dikucurkan, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat aset ini.
“Kami berharap operasional jembatan ini dapat menstimulus kesejahteraan masyarakat. Mari kita jaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” lanjutnya.
Rampungnya Jembatan Semala menambah deretan aset infrastruktur di Kepulauan Riau. Hingga saat ini, Provinsi Kepri tercatat memiliki 154 jembatan dengan total panjang mencapai 4.001,85 meter yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Khusus untuk Kabupaten Natuna, kini telah berdiri 35 jembatan dengan total panjang 537 meter.
Turut hadir dalam peresmian tersebut Ketua BKOW Kepri, Nenny Dwiyana Nyanyang, Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. (Red)






