Mengenal Henky Irawan, Dosen UMRAH Kepri yang Sukses Jadi Ilmuwan Perikanan Nomor 1 di Indonesia!

Tanjungpinang – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Kepulauan Riau kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Salah satu dosen terbaiknya sukses mengharumkan nama Provinsi Kepri di panggung dunia lewat rekam jejak risetnya yang diakui global.

Dia adalah Henky Irawan, M.Si., M.Sc., dosen Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH. Berdasarkan data terbaru dari lembaga pemeringkatan internasional AD Scientific Index 2026, Henky sukses menempati peringkat nomor satu di Indonesia untuk bidang Perikanan serta bidang Pertanian dan Kehutanan.

Pada kategori khusus Perikanan, Henky berhasil mengungguli 753 ilmuwan perikanan nasional. Capaian ini menempatkannya dalam jajaran Top 0,13 persen ilmuwan perikanan terbaik di tanah air.

Tidak hanya merajai panggung nasional, gaung prestasi Henky juga menembus tingkat regional dan global:

  • Peringkat Asia: Menempati posisi ke-20 dari 2.883 ilmuwan perikanan di Asia.

  • Peringkat Dunia: Menduduki posisi ke-127 dari 7.531 ilmuwan perikanan dunia.

Sementara pada kategori Pertanian dan Kehutanan, ia juga kokoh di posisi puncak nasional (peringkat ke-1 dari 5.374 ilmuwan), posisi ke-178 di Asia, dan nangkring di peringkat ke-1.219 dunia.

Baca Juga :  Jadi Khatib Salat Id di Tanjungriau, Ansar Ahmad Ingatkan Warga Batam Jaga Persaudaraan

Berdasarkan Penilaian Objektif Global

Sebagai informasi, AD Scientific Index menilai performa akademisi secara independen dan objektif dengan mengukur produktivitas publikasi ilmiah serta jumlah sitasi (citation) pada basis data akademik global. Melalui indikator H-index dan dampak penelitian yang kuat, Henky kini sah diakui sebagai salah satu ilmuwan paling berpengaruh di bidangnya.

Kepada ChannelKepri.com, Henky mengungkapkan rasa syukurnya dan menyebut bahwa capaian ini adalah buah dari konsistensi riset yang panjang sejak dirinya bergabung dengan kampus biru gurindam tersebut.

“Prestasi ini bukan hanya untuk pribadi. Ini adalah bukti nyata bahwa Kepri dan UMRAH mampu masuk dan bersaing dalam peta keilmuan internasional,” ujar Henky bangga, Sabtu (23/05).

Ia berharap capaian dunia ini bisa memicu motivasi generasi muda serta para peneliti daerah di Kepulauan Riau agar tidak minder bersaing di level global.

Profil dan Rekam Jejak Henky Irawan: Pakar Kelautan Lulusan Thailand

Bergabung sebagai dosen di FIKP UMRAH sejak tahun 2009, pria yang memiliki keahlian menyelam (diving) ini memang dikenal aktif mengembangkan inovasi di bidang Budidaya Perairan dan Perikanan Laut, mulai dari komoditas kerapu, rumput laut, terumbu karang, hingga ekosistem mangrove dan lamun.

Baca Juga :  Sambangi Nurul Huda, Wabup Deby Ajak Warga Kompak Bangun Bintan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Akademisi yang mengantongi gelar sarjana dari Universitas Riau ini merupakan lulusan program double degree magister dari Universitas Brawijaya (Magister Perikanan) dan Burapha University, Thailand (Master of Science) pada tahun 2009.

Sejumlah karya inovasi ilmiahnya yang telah dipublikasikan secara global dan mendapat banyak sitasi di antaranya:

  1. Assembled Concrete Reefs as Coral Planting Locations on the Seabed (Terumbu Beton Rakitan sebagai Lokasi Penanaman Karang di Dasar Laut).

  2. Stability of Floating Cages with Vacuum Balance Units (Stabilitas Keramba Jaring Apung dengan Unit Keseimbangan Vakum).

  3. Hydroponic Rhizophora sp. Seeds Significantly Increase the Effectiveness and Efficiency of Mangrove Planting (Bibit Rhizophora sp. Hidroponik).

Fokus Kembangkan ‘Restorative Aquaculture’ di Bintan

Saat ini, fokus riset yang digawangi Henky bermuara pada model Budidaya Restoratif (Restorative Aquaculture). Model ini mengedepankan perlindungan serta pengayaan ekosistem laut tertentu, seperti hutan mangrove pesisir dan komunitas lamun yang menjadi habitat kerang, tiram, remis, hingga terumbu karang.

Baca Juga :  Nagoya Bangkit! Event 5 Hari Sedot 6.000 Pengunjung, Omzet UMKM Batam Meledak

“Konsep ini merujuk pada Global Principles of Restorative Aquaculture (2021). Bidang inilah yang sedang saya upayakan untuk terus dikembangkan di Bintan dan Indonesia secara luas,” jelasnya.

Menurutnya, model ini sangat krusial agar geliat bisnis budidaya perairan di daerah sejalan dengan target SDGs (Sustainable Development Goals) serta era Revolusi Industri 5.0 yang menuntut industri yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Selain aktif meneliti, Henky juga merupakan sosok senior yang sarat pengalaman manajerial di kampus UMRAH. Ia pernah mengemban amanah sebagai Wakil Dekan FIKP (2013-2015), Kepala LPPM UMRAH (2022-2024), hingga saat ini dipercaya memimpin Divisi Penelitian dan Pengkajian Center For Maritime Environment & Archipelagic Resilience (C-MEAR), serta Ketua Tim Mangrove Information and Training Center UMRAH sejak awal tahun 2026.

Lewat pengakuan internasional yang diraih salah satu putra terbaiknya ini, UMRAH kian menegaskan posisinya sebagai poros utama dan pusat pengembangan ilmu kelautan serta perikanan yang diperhitungkan di Indonesia. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *