Singapura Puas dengan Kualitas Ayam Asal Bintan, PT Indojaya Agrinusa Bakal Tambah Kuota Ekspor

Bintan – Kualitas komoditas peternakan asal Kabupaten Bintan kian diakui di pasar internasional. PT Indojaya Agrinusa (anak perusahaan PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk) mencatatkan prestasi gemilang dengan keberhasilan melakukan ekspor ayam pedaging ke Singapura sebanyak 12 kali tanpa catatan negatif.

Head of Operation Sumatera PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk, Anwar Tandiono yang akrab disapa Acai, mengungkapkan bahwa pihak Singapura merasa sangat puas dengan kualitas ayam yang dikirim dari Bintan.

“Sejauh ini sudah 12 kali ekspor dan tidak ada isu negatif. Singapura puas dengan hasil produksi kita. Tidak ada kendala berat karena kami sangat ketat dari sisi sanitasi dan terutama biosecurity,” tegas Acai di sela agenda buka puasa bersama insan pers di One of A Kind Resort, Trikora, Minggu (22/2/2026) malam.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Juleha Bintan Edukasi Panitia Kurban Terkait Standar SKKNI dan Daging ASUH

Standar Tinggi Singapura dan Ketatnya Biosekuriti

Acai menjelaskan bahwa menembus pasar Singapura bukanlah perkara mudah mengingat standar keamanan pangan negara tersebut sangat tinggi. Masalah kebersihan menjadi harga mati bagi manajemen perusahaan.

“Soal lalat, bukan masyarakat saja yang takut. Kami di manajemen jauh lebih takut jika ada masalah kebersihan yang memengaruhi kualitas ayam. Karena standar Singapura sangat tinggi, dan sampai saat ini baru kami yang bisa rutin mengirim ayam ke sana,” tambahnya.

Keunggulan teknis PT Indojaya Agrinusa juga terlihat dari angka kematian ayam saat pengiriman yang sangat rendah, yakni hanya berkisar 0,15 hingga 0,2 persen. Padahal, kebutuhan Singapura terhadap daging ayam mencapai 150 ribu ekor per hari.

Baca Juga :  Siap-Siap! ASN Bintan Mulai WFH Pekan Ini, Bupati: Tugas Tak Jalan, Tunjangan Dipotong!

Kesuksesan ini membuat Pemerintah Singapura berencana mengundang manajemen PT Indojaya Agrinusa pada April 2026 mendatang untuk melakukan evaluasi dan penentuan kuota ekspor baru, baik per minggu maupun per bulan.

Meski permintaan ekspor terus meningkat, Acai menegaskan komitmen perusahaan terhadap ketersediaan stok di dalam negeri.

“Komitmen kami dengan pemerintah daerah tidak berubah. Kami tetap mengutamakan kebutuhan pasar domestik (lokal). Sisanya baru kita ekspor. Prioritas pertama tetap lokal, ekspor adalah prioritas kedua,” pungkas Acai yang saat itu didampingi Artsanti, VP Head of Social Investment JAPFA Group.

Baca Juga :  Cerita dari Dinas Perkim Coffee War 2026: Diplomasi Secangkir Kopi di Tengah Rutinitas Kantor

Rencananya, pengiriman ekspor selanjutnya akan dilakukan pada minggu pertama Maret 2026 dan berlanjut secara berkala sesuai dengan progres pembangunan kandang yang tengah berjalan. (Red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *