Final Pencak Silat Popda Kepri X Diwarnai Aksi Protes dan Lempar Kursi

Karimun, Kepri, Peristiwa559 Dilihat

Karimun — Babak final cabang olahraga (cabor) pencak silat dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kepri ke-X sempat diwarnai ketegangan. Laga sengit di kategori jurus beregu putra antara kontingen tuan rumah Karimun melawan kontingen Batam pada Selasa (7/7/2026) siang diwarnai aksi protes hingga pelemparan kursi dan sepatu ke dalam arena.

Kericuhan bermula saat dewan juri mengumumkan kemenangan untuk pesilat asal Batam dengan raihan 9.745 poin. Sementara itu, beregu putra Karimun harus puas di posisi kedua dengan perolehan 8.885 poin.

banner 728x90

Layar monitor menunjukkan bahwa tim Karimun mendapatkan hukuman berupa pengurangan poin yang cukup besar, yakni minus 1.00 poin (-1.00). Di sisi lain, pesilat Batam berhasil tampil bersih tanpa mendapatkan pengurangan poin sama sekali. Akibat selisih angka tersebut, sejumlah pendukung tuan rumah yang terbawa emosi mulai meluapkan kekesalan mereka.

Baca Juga :  Masuk 10 Besar Partai Final, Pencak Silat Bintan Optimis Rajai POPDA Kepri X di Karimun

Penyebab Pengurangan Poin

Ketua dewan juri cabor pencak silat Popda Kepri X, Khaidir, memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Menurutnya, keributan dipicu oleh ketidaktahuan sejumlah pendukung di luar arena mengenai regulasi pertandingan.

“Gerakan mereka (pesilat Karimun) sebenarnya bagus, tapi ada hukuman yang diberikan dalam pertandingan yang bahkan pelatihnya sendiri pun tidak tahu,” ujar Khaidir.

Khaidir menjelaskan secara detail bahwa salah satu pesilat Karimun melakukan pelanggaran fatal dengan melangkah keluar dari garis batas arena. Sesuai aturan, pelanggaran tersebut otomatis berbuah sanksi.

Baca Juga :  KPPG Pekanbaru Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di Bintan, Soroti Kesiapan 18 SPPG

“Pesilat Karimun itu kakinya keluar garis, dan itu mendapatkan pengurangan sebanyak 0,5 poin. sebelumnya tim karimun  juga mendapatkan pengurangan poin 0,5. Pada saat diberikan keputusan pengurangan poin oleh ketua pertandingan, di situlah mereka tidak terima. Akhirnya terjadi aksi pelemparan sandal dan kursi ke dalam arena,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Usman, berharap seluruh pihak dapat menyikapi hasil pertandingan secara bijaksana dan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Jangan gara-gara adanya sedikit kericuhan, prestasi anak-anak menjadi korban. Semua harus berpikir jernih demi keberlangsungan dan kemajuan pencak silat,” ujar Usman

Baca Juga :  Sempat Minder Postur Lawan, Basket Putri Bintan Bangkit dan Tumbangkan Tanjungpinang di Popda Kepri

Keputusan Akhir Juri

Meski sempat diwarnai aksi protes dan ketegangan di area pertandingan, dewan juri tetap kokoh pada keputusan semula. Kemenangan mutlak tetap diraih oleh kontingen pencak silat Batam karena akumulasi nilai akhir yang lebih tinggi.

Pihak panitia menegaskan bahwa secara kualitas gerakan, tim Karimun memiliki nilai yang tinggi. Namun, karena adanya sanksi pengurangan poin akibat pelanggaran teknis, akumulasi nilai mereka otomatis merosot dan membuat Batam keluar sebagai juara. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *