Tanjungpinang — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat keunggulan riset dan inovasi kemaritiman dengan menggelar The 6th Maritime Continent Fulcrum International Conference (MaCiFIC) 2026 selama dua hari, 1-2 Oktober 2026. Forum internasional ini dibuka di Auditorium Kampus UMRAH Dompak, Tanjungpinang
Diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai negara seperti Indonesia, Jepang, Singapura, Malaysia, Australia, hingga kawasan Eropa dan Amerika Serikat, konferensi berlangsung secara hybrid selama dua hari. Mengusung tema “Securing the Maritime Future: Advancing Smart Technology and Governance for a Resilient Blue Economy”, agenda ini fokus membahas penerapan teknologi cerdas serta tata kelola maritim guna mendorong pertumbuhan ekonomi biru yang tangguh.
Ketua Pelaksana MaCiFIC 2026 sekaligus Kepala LPPM UMRAH, Wahyudin, S.Pi., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa konferensi tahun ini mencakup delapan subtema strategis. Mulai dari ilmu lingkungan dan rekayasa, oseanografi, konservasi keanekaragaman hayati laut, energi terbarukan, hingga tata kelola kepulauan, kebudayaan maritim, serta geopolitik dan keamanan laut.
“Melalui tema ini, MaCiFIC dirancang sebagai wadah pertukaran gagasan ilmiah untuk menjawab berbagai tantangan riil di sektor kemaritiman, sekaligus memicu lahirnya kolaborasi global yang memberikan dampak nyata,” terang Wahyudin dalam laporannya.

Hadirkan Pakar Dunia dan Tokoh Maritim
Konferensi internasional ini menghadirkan empat pembicara utama (keynote speakers) serta tujuh invited speakers dari berbagai institusi mancanegara.
Jajaran pembicara utama yang hadir di antaranya:
-
Prof. Marina D. Sokolova (Far Eastern State Technical Fisheries University, Rusia)
-
Laksdya TNI (Purn) Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian (Wakil Kepala BRIN RI)
-
Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS. (Anggota DPR RI & Menteri Kelautan dan Perikanan RI 2001–2004)
-
Prof. Som Nath Sachdeva (Kurukshetra University, India)
Selain itu, para pembicara tamu turut memperkaya diskusi lintas disiplin, mewakili lembaga dan perguruan tinggi ternama dari Malaysia, Iran, Prancis, Finlandia, Maroko, Korea Selatan, serta Indian Ocean Rim Association (IORA).
Dorong Kebijakan dan Kolaborasi Riset Internasional
Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA., menekankan pentingnya sinergi antara inovasi teknologi dan regulasi dalam menjaga ekosistem laut global. Menurutnya, kesehatan laut memegang peranan kunci dalam regulasi iklim, keanekaragaman hayati, dan keberlangsungan hidup manusia.

“Menjaga masa depan maritim memerlukan perpaduan antara teknologi mutakhir dan kerangka tata kelola yang kokoh. Integrasi ini diharapkan mempercepat transisi menuju Blue Economy yang berkelanjutan, memitigasi dampak perubahan iklim, serta melindungi ekosistem kawasan kepulauan,” jelas Prof. Agung.
Rektor menambahkan, MaCiFIC 2026 tidak boleh berhenti sebatas ajang pemaparan hasil riset semata. Forum ini diharapkan menjadi pijakan lahirnya kerja sama penelitian jangka panjang, publikasi bereputasi internasional terindeks Scopus, serta formulasi rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.
Rangkaian acara MaCiFIC ke-6 akan ditutup dengan agenda Bintan Island Tour bagi para pembicara dan tamu undangan internasional untuk memperkenalkan potensi pariwisata serta kekayaan budaya maritim Kepulauan Riau. (Red)







