Bintan – Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tanjungpinang yang terletak di Kampung Banjar, Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan saat ini kian memprihatinkan. Fasilitas yang seharusnya hanya menampung 354 orang, kini harus dipadati oleh 675 warga binaan pemasyarakatan (WBP). Angka ini menunjukkan terjadinya over kapasitas hingga 90 persen.
Kepala Lapas Kelas II A Tanjungpinang, Untung Cahyo Sidharto, mengungkapkan bahwa kepadatan ini memaksa warga binaan menempati kamar sel dengan jumlah yang jauh dari kata ideal.
“Kapasitas kita 354 orang, tapi penghuni sekarang 675 orang. Variasinya berbeda, ada kamar yang idealnya diisi 5 orang, sekarang diisi 10 hingga 15 orang. Bahkan ada satu kamar besar yang isinya sampai 40 orang, padahal idealnya hanya untuk 30 orang,” ujar Untung saat memberikan keterangan di Kampung Banjar, Desa Gunung Kijang, Rabu (18/02).
Meski kondisi di dalam sel sangat sesak, Untung memastikan situasi keamanan masih tetap terkendali. Pihaknya terus memberikan arahan rutin kepada warga binaan agar tidak terjadi gesekan fisik akibat kondisi yang terlalu penuh tersebut.
“Sejauh ini bisa tertangani. Kami selalu memberikan arahan dan merangkul mereka untuk berpartisipasi menjaga keamanan di dalam. Kesadaran mereka untuk menjaga kondusivitas sangat diperlukan dalam situasi seperti ini,” tambahnya.
Minim Personel Sipir
Selain masalah kelebihan penghuni, Lapas Tanjungpinang juga menghadapi tantangan minimnya jumlah personel pengamanan. Saat ini, hanya tersedia 86 pegawai/sipir untuk mengawasi 675 warga binaan.
“Secara matematis, satu orang sipir harus bertanggung jawab menangani 8 hingga 9 orang WBP,” jelas Untung.
Jumlah ini tentu belum ideal jika dibandingkan dengan jumlah penghuni yang terus bertambah.
Sebagai solusi jangka pendek untuk mengurangi beban kapasitas, pihak Lapas Tanjungpinang mulai melakukan pemindahan sejumlah warga binaan ke Lapas-Lapas terdekat yang memiliki ruang lebih luas.
“Kami lakukan pemindahan ke Lapas Batam dan Lapas Narkotika untuk menyeimbangkan jumlah penghuni agar tidak terlalu menumpuk di sini,” pungkasnya. (Red)





