Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) secara resmi mengajukan 12 titik lokasi untuk pembangunan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ke pemerintah pusat. Program strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat pesisir di seluruh wilayah Kabupaten Bintan.
Kepala DKP Bintan, Fachrimsyah, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah daerah tengah berada dalam tahap menanti hasil verifikasi dari tim teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Proses verifikasi ini sangat penting untuk menilai kelayakan lokasi yang kami ajukan. Penilaian mencakup banyak aspek, mulai dari kesesuaian tata ruang lahan hingga status legalitasnya agar tidak ada kendala di kemudian hari,” ujar Fachrimsyah, Selasa (5/5).
Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan sekadar penataan pemukiman biasa. Kawasan ini nantinya akan dirancang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung aktivitas melaut yang modern, di antaranya:
-
Dermaga atau pelabuhan yang memadai.
-
Tempat bongkar muat hasil tangkapan yang higienis.
-
Fasilitas penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus nelayan.
-
Bengkel peralatan dan mesin nelayan.
Dengan adanya fasilitas terpadu ini, efisiensi aktivitas nelayan diharapkan meningkat drastis, sekaligus mampu menjaga stabilitas harga hasil tangkapan di pasar.
Anggaran Per Lokasi Tembus Rp20 Miliar
Pembangunan satu kawasan Kampung Nelayan Merah Putih ini diperkirakan menelan biaya yang tidak sedikit. Satu titik lokasi diprediksi membutuhkan anggaran sekitar Rp20 miliar, yang nantinya akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pemerintah pusat.
Jika usulan ini disetujui, wajah pesisir Bintan diprediksi akan berubah menjadi lebih tertata dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kelautan. (Tim)





