Tanjungpinang – Rencana pelaksanaan Bazaar Ramadan 1447 H/2026 yang sedianya dipusatkan di Zona B Kawasan Gurindam 12, Tepi Laut, resmi dialihkan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memutuskan mencari lokasi alternatif demi menjaga estetika dan kenyamanan kawasan ikonik tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan aspek penataan kawasan, kebersihan, serta kondusivitas selama bulan suci Ramadan.
“Kami mendukung penuh pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM melalui bazaar ini. Namun, untuk tahun ini, pelaksanaannya di Zona B Gurindam 12 kami alihkan ke lokasi lain agar ketertiban dan kebersihan kawasan tetap terjaga,” ujar Hasan, Rabu (25/2/2026).
Lokasi Baru Sedang Difinalisasi
Hasan menegaskan bahwa kegiatan yang menjadi bagian dari Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA) 2026 ini tidak dibatalkan sepenuhnya. Saat ini, pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif untuk menentukan lokasi baru yang lebih representatif bagi pedagang maupun pengunjung.
“Kegiatan tetap akan dilaksanakan. Saat ini masih dalam tahap finalisasi lokasi bersama pihak terkait,” tambahnya.
Pelaksanaan bazaar tetap akan dikelola oleh Komunitas UMKM Kota Tua Provinsi Kepulauan Riau. Diharapkan, meskipun berpindah tempat, bazaar ini tetap mampu menjadi magnet wisata religi dan memperkuat ekonomi pelaku usaha kecil di Tanjungpinang.
Langkah pengalihan ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Kepri dalam mengembangkan sektor pariwisata secara inklusif dengan tetap mengedepankan aspek sosial dan keharmonisan masyarakat di ibu kota provinsi. (Red)












