24.479 KK Terdampak Kekeringan, Bupati Bintan Instruksikan Seluruh OPD Antar Air ke Rumah Warga, Modifikasi Cuaca hingga Salat Istisqa

Bintan, Kepri, Peristiwa75 Dilihat

Bintan – Kondisi kekeringan ekstrem yang melanda Pulau Bintan tahun 2026 disebut-sebut sebagai salah satu yang terparah sejak tahun 1997. Data BPBD mencatat sebanyak 24.479 Kepala Keluarga (KK) kini kesulitan mendapatkan akses air bersih akibat menyusutnya volume waduk secara drastis.

Merespons fenomena ini, Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat melakukan gotong royong penyaluran air bersih secara langsung kepada masyarakat terdampak.

“Saya minta hari ini langsung dibagi, OPD mana bertanggung jawab di kecamatan mana. Kita manfaatkan semua potensi yang ada untuk menyuplai air bersih ke warga sebagai langkah jangka pendek,” tegas Roby saat memimpin rapat koordinasi bersama FKPD dan lintas sektoral di Kantor Bupati Bintan, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga :  Jamin Stok BBM dan Gas Aman Jelang Lebaran, Wagub Nyanyang Tinjau Langsung Fasilitas Pertamina di Kabil

Bupati Roby menerapkan strategi “Tiga Jalur” sebagai bentuk ikhtiar totalitas pemerintah:

  1. Jalur Darat: Mobilisasi armada OPD dan sektor swasta untuk menyalurkan air bersih ke pemukiman.

  2. Jalur Udara: Mendukung usulan modifikasi cuaca (hujan buatan) untuk mengisi kembali waduk-waduk yang mengering.

  3. Jalur Langit: Menginstruksikan seluruh Camat dan masyarakat untuk melaksanakan Salat Istisqa (salat memohon hujan) secara serentak.

“Jalur darat kita suplai air, jalur udara lewat modifikasi cuaca, dan kita lengkapkan dengan jalur langit melalui doa dan Salat Istisqa. Ikhtiar dan doa kita lakukan, mudah-mudahan segera diijabah agar kondisi kembali normal,” tambah Roby.

Baca Juga :  Tahun Pertama Gemilang: Pendapatan Batam Melejit Rp4,29 Triliun di Bawah Kepemimpinan Amsakar-Li Claudia

Berdasarkan data BMKG, kekeringan tahun 2026 ini memiliki kemiripan dengan kondisi kekeringan parah pada tahun 1997 dan 2015. Saat ini, hampir seluruh kecamatan di Bintan terdampak, kecuali Kecamatan Mantang dan Tambelan yang masih relatif aman.

Pemerintah Kabupaten Bintan kini terus berkolaborasi dengan TNI-Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) untuk memastikan pendistribusian air bersih menjangkau warga di pelosok yang paling membutuhkan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *