Tanjungpinang – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali mencatatkan pencapaian strategis dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. Sebanyak 18 dari total 25 kuota mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (FK) UMRAH—atau setara 72 persen—berhasil diisi oleh putra daerah Provinsi Kepulauan Riau.
Menariknya, para calon dokter masa depan ini merepresentasikan seluruh wilayah Kepulauan Riau, berasal dari 7 kabupaten/kota. Prestasi gemilang juga ditunjukkan oleh siswa asal Kabupaten Anambas yang berhasil menduduki peringkat ke-2 dari seluruh peserta yang lolos di FK UMRAH.
Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah langkah nyata dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang kesehatan yang berasal dari rahim daerah sendiri.
“Ke-18 putra daerah ini memiliki kualitas luar biasa. Mereka adalah calon dokter masa depan yang diharapkan mampu mengabdi serta menjawab kebutuhan tenaga medis di Kepulauan Riau, terutama di wilayah-wilayah kepulauan,” ujar Prof. Agung, Rabu (1/4/2026).
Kualitas para mahasiswa ini tidak main-main. Tercatat, empat di antaranya memiliki rata-rata nilai rapor di atas 96, sebuah angka yang membuktikan bahwa mereka mampu bersaing secara nasional di jalur prestasi tanpa ujian tertulis tersebut.
Jalur Afirmasi dan Beasiswa Penuh Sebagai bentuk apresiasi, UMRAH juga membuka jalur afirmasi bagi dua orang terbaik dari setiap kabupaten/kota se-Kepri. Bahkan, sebuah skema kerja sama menarik disiapkan bagi peraih peringkat pertama asal Kota Tanjungpinang yang diterima di FK UMRAH.
“Bagi calon mahasiswa peringkat pertama asal Tanjungpinang yang lolos, akan mendapatkan beasiswa penuh hingga menyelesaikan studi, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan UMRAH dan Pemko Tanjungpinang,” tambah Prof. Agung.
Menjawab Krisis Tenaga Medis di Wilayah 3T Keberhasilan ini diharapkan menjadi solusi atas tantangan pemerataan tenaga medis di Kepri yang memiliki karakteristik daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Selama ini, akses layanan kesehatan di pulau-pulau terpencil masih terkendala keterbatasan jumlah dokter.
Dengan mencetak dokter yang merupakan putra asli daerah, UMRAH yakin para lulusannya kelak akan memiliki kedekatan sosial dan komitmen moral yang lebih kuat untuk kembali dan membangun tanah kelahirannya.
“UMRAH terus berkomitmen agar pendidikan tinggi mampu menciptakan peluang yang adil sekaligus menjawab kebutuhan strategis daerah, khususnya di sektor kesehatan,” pungkasnya. (Red)






