Masuk Kalender KEN 2026, Ratusan Perahu Jong Warnai Perairan Bintan Resorts

Bintan, Kepri, Peristiwa58 Dilihat

Bintan – Semarak pelestarian budaya Melayu pesisir kembali mewarnai kawasan wisata internasional Lagoi Bay. Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, secara resmi membuka perhelatan akbar Bintan Jong Race Festival 2026, Sabtu (4/4) pagi.

Festival yang menjadi bagian dari Karisma Event Nasional (KEN) 2026 ini diikuti oleh sedikitnya 691 unit perahu jong tanpa awak. Tak hanya diramaikan oleh 45 komunitas jong se-Kepulauan Riau, ajang tahunan ini juga sukses menarik perhatian wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia.

Baca Juga :  Buka Safari Ramadan di Mantang, Bupati Roby Resmikan Masjid Megah Jannatul Bahri

Dalam sambutannya, Wabup Deby Maryanti menegaskan bahwa Jong Race bukan sekadar perlombaan, melainkan upaya menjaga eksistensi tradisi perahu layar tradisional agar tetap relevan bagi generasi mendatang.

“Alhamdulillah, ini adalah bentuk nyata pelestarian budaya Melayu pesisir. Kami berharap event ini menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan, yang pada akhirnya mampu meningkatkan PAD serta memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal,” ujar Deby.

Ia menambahkan bahwa tradisi Jong rutin dieksplorasi di berbagai titik di Bintan, mulai dari Kampung Keter Tembeling hingga Desa Teluk Bakau, guna memastikan akar budaya ini tetap kokoh.

Baca Juga :  Lobi Menteri LH di Jakarta, Lis Darmansyah Paparkan Rahasia Sukses Pengelolaan Sampah Tanjungpinang

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bintan, Arief Sumarsono, menjelaskan bahwa festival tahun ini dikemas lebih interaktif. Pengunjung tidak hanya menonton balapan, tetapi juga bisa terlibat langsung dalam proses kreatif pembuatan perahu.

“Para pengunjung bisa belajar mulai dari cara pembuatan, pengecatan, hingga teknik memainkan perahu jong langsung di bibir pantai. Kami ingin ada pengalaman berkesan bagi setiap wisatawan,” kata Arief.

Selain balapan jong, area festival juga dimeriahkan dengan pameran sejarah jong, bazar kuliner khas Melayu, serta berbagai permainan tradisional seperti gasing, congklak, dan egrang. Kolaborasi unsur budaya dan pariwisata modern di Lagoi Bay ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Bintan sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *