Dinamika Koperasi Merah Putih: Ekspansi Mandiri di Pengudang dan Fase Evaluasi di Kijang Kota

Bintan, Kepri, Peristiwa125 Dilihat

Bintan – Perjalanan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kabupaten Bintan menunjukkan dinamika yang beragam.  Sejak diresmikan pada bulan Agustus 2025 lalu, KMP Desa Pengudang muncul sebagai model kemandirian ekonomi pesisir, sementara KMP Kelurahan Kijang Kota tengah mengambil langkah mundur sejenak untuk menata ulang strategi bisnis.

KMP Desa Pengudang membuktikan bahwa keterbatasan modal negara tidak menjadi penghalang untuk berkembang. Tanpa bergantung pada kucuran dana dari pusat (Danantara), koperasi ini sukses merambah sektor pariwisata internasional di kawasan Lagoi.

Ketua KMP Desa Pengudang, Billi Yusaq Onibala, mengungkapkan bahwa pihaknya kini telah menjadi distributor logistik untuk sejumlah hotel bintang lima di Lagoi, seperti Holiday Inn, Indigo, hingga Mövenpick Resort.

Baca Juga :  Emak-emak Tanjung Uban Rela "Kongsi" Demi Telur Murah di Operasi Pasar Satgas Pangan Bintan

“Ini adalah privillage, karena wilayah kami masuk dalam zona pariwisata. Kami mensuplai barang untuk kebutuhan hotel di Lagoi tanpa membebani anggaran negara,” ujar Billi Yusaq di kantor DKUPP Bintan, Senin (6/4).

Selain sektor pariwisata, KMP Pengudang juga tengah mempersiapkan pendirian SPBU Kompak. Langkah ini diambil untuk mewujudkan program BBM Satu Harga, khususnya solar subsidi bagi nelayan dan pertalite untuk masyarakat umum di wilayah pesisir.

“Mengingat Desa Pengudang adalah daerah nelayan, jadi kami berpikir ada yang harus kami selesaikan, yaitu BBM solar subsidi untuk nelayan dan pertalite untuk masyarakat umum, saat ini kami sedang mengurus perizinannya,” terang Billi.

Baca Juga :  Sinergi Pemko Batam dan Polri: Rusun Rumah Hoegeng Jadi Solusi Hunian Vertikal bagi Personel Polresta

Kondisi ini berbanding terbalik dialami oleh KMP Kelurahan Kijang Kota. Koperasi yang fokus pada distribusi sembako ini memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas operasionalnya.

Ketua KMP Kijang Kota, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sembari menunggu pembangunan gerai fisik di samping RSUD Bintan selesai. Selain itu, kendala harga beli dari distributor yang masih tinggi membuat mereka sulit bersaing di pasar Bintan Timur.

“Tahun lalu kami memaksakan untuk jalan, namun biaya operasional ternyata lebih tinggi dibanding keuntungan yang didapat. Kami sedang melakukan evaluasi total agar ke depan sistem distribusi dan harga kami lebih kompetitif,” terang Taufik.

Baca Juga :  Sambangi Mahasiswa Bintan di Pekanbaru, Bupati Roby Paparkan Program Beasiswa dan Musrenbang Khusus Pemuda

Langkah penghentian sementara ini diharapkan menjadi momentum bagi KMP Kijang Kota untuk mencari distributor utama (first hand) sehingga saat gerai baru dioperasikan, harga sembako yang ditawarkan bisa lebih murah bagi masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *