IGD RSJKO Engku Daud Alami Lonjakan Pasien Diare, Penyebab Pasti Masih Menjadi Misteri

Bintan, Kepri, Peristiwa325 Dilihat

Bintan – Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Haji Engku Daud (EHD) di Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara, mengalami lonjakan pasien sejak Minggu (12/4) hingga Senin (13/4) pagi.

Para pasien yang datang mengeluhkan gejala serupa, yakni diare, muntah, pusing, hingga kondisi tubuh yang lemas.

Direktur RSJKO EHD, dr. Asep Guntur Sapari, MARS melalui Wakil Direktur Pelayanan Medik RSJKO EHD, Dr. Deny Robi Manel, membenarkan adanya kenaikan signifikan kunjungan pasien dengan keluhan pencernaan tersebut dalam dua hari terakhir.

Baca Juga :  Penantian Sejak 1956! Eks Sekolah Rakyat Mantang Resmi Disulap Jadi TK Negeri Standar Nasional

“Memang dua hari ini ada lonjakan kasus kunjungan ke IGD dengan gejala diare, muntah, pusing, dan sakit kepala. Sejauh ini tidak ada yang rawat inap atau dirujuk untuk penanganan lebih intensif,” ujar Deny saat dikonfirmasi.

Hingga Senin pagi, tercatat sedikitnya 74 orang telah mendatangi IGD RSJKO EHD. Pasien yang datang berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Kelurahan Seri Kuala Lobam, Lobam Mas, hingga Tanjung Uban, dengan dominasi pasien dari kalangan usia dewasa.

Terkait dugaan penyebab lonjakan kasus ini, termasuk indikasi pengaruh kualitas air di musim kemarau, pihak rumah sakit belum bisa memberikan kepastian.

Baca Juga :  Dapat LHP BPK, Sekda Bintan Langsung Beri Pernyataan Tegas Soal PAD dan Retribusi!

“Tupoksi kami adalah melayani masyarakat yang datang. Untuk menyatakan apakah ini karena air yang tercemar atau faktor lain, diperlukan kajian yang lebih mendalam dari pihak berwenang,” tambah Deny.

Kondisi serupa juga terlihat di Puskesmas Teluk Sasah. Hingga Senin siang, tercatat 19 pasien dengan keluhan yang sama mengunjungi pusat kesehatan tersebut.

Salah satu warga Teluk Lobam, Jemi, mengaku mulai merasakan mulas dan diare sejak Minggu malam. Ia menyebutkan sempat menghadiri sebuah acara pada Sabtu sore sebelum gejala tersebut muncul.

Baca Juga :  Tak Bisa Bahasa Indonesia, WNA asal Tiongkok Ketahuan Pakai KTP Palsu Saat Bikin Paspor di Imigrasi Tanjung Uban

“Mulai mulas dan mual itu dari Minggu malam kemarin,” ungkap Jemi saat menjalani pengobatan di Puskesmas Teluk Sasah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih terus memantau perkembangan situasi guna memastikan apakah kejadian ini dikategorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB) atau gangguan kesehatan musiman. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *