Kunjungi Rumah Bahagia Bintan, Wamen BKKBN Apresiasi Sekolah Lansia dan Gerakan GENTING

Bintan, Kepri, Peristiwa50 Dilihat

Bintan – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Bintan, Senin (25/5/2026). Kunjungan strategis ini bertujuan untuk memperkuat program pembangunan keluarga, pemberdayaan lanjut usia (lansia), serta percepatan penurunan angka stunting di wilayah perbatasan.

Aktivitas berpusat di Rumah Bahagia, Kecamatan Gunung Kijang, di mana kehadiran Wamen BKKBN disambut langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan. Turut mendampingi dalam penyambutan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, serta Ketua DPRD Kabupaten Bintan.

Agenda kunker ini juga dirangkai dengan aksi nyata, mulai dari penyerahan bantuan Program Gerakan Orangtua Peduli Stunting (GENTING) kepada keluarga berisiko, demonstrasi sekaligus pembagian Menu DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), pemberian santunan bagi lansia di Rumah Bahagia, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Baca Juga :  Pelepasan 44 Jemaah Haji Bintan Diiringi Isak Tangis dan Doa, Bupati Roby: Selamat Pergi dan Kembali

Apresiasi Pusat untuk Inovasi Daerah

Dalam arahannya, Wamen Kemendukbangga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, memberikan apresiasi tinggi atas berbagai langkah taktis dan inovasi yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan. Secara khusus, ia menyoroti program Sekolah Lansia dan Gerakan GENTING yang dinilai sangat kontekstual dan berdampak langsung.

Menurut Ratu Ayu Isyana, Program Sekolah Lansia menjadi bukti konkret kepedulian pemerintah daerah dalam memfasilitasi kelompok senja agar tetap sehat, produktif, dan mandiri. Di sisi lain, sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting di Bintan dianggap sebagai fondasi kuat untuk mencetak generasi emas masa depan.

Sementara itu, Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian besar dari pemerintah pusat. Baginya, kehadiran rombongan kementerian menjadi suntikan motivasi bagi jajaran daerah untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Keberadaan Rumah Bahagia hari ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen sosial mampu menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Roby Kurniawan.

Baca Juga :  Dapat LHP BPK, Sekda Bintan Langsung Beri Pernyataan Tegas Soal PAD dan Retribusi!

SIDAYA dan Tantangan Belasan Ribu Lansia di Bintan

Lebih lanjut, Bupati Roby memaparkan bahwa saat ini jumlah penduduk lansia di Kabupaten Bintan telah mencapai kisaran 13.676 jiwa. Lonjakan angka ini menjadi indikator keberhasilan pembangunan sektor kesehatan dan meningkatnya Angka Harapan Hidup (AHH) di Bintan. Namun, fenomena ini sekaligus menjadi tantangan agar kelompok lansia tidak menjadi objek pasif.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Bintan menginisiasi pembentukan Sekolah Lansia melalui program SIDAYA (Lansia Berdaya). Hingga tahun 2026, Pemkab Bintan bersama BKKBN telah berhasil mendirikan tujuh kelompok Sekolah Lansia dengan total peserta dan wisudawan mencapai 301 orang.

“Melalui program ini, kita ingin mengubah paradigma. Lansia bukan lagi penerima manfaat yang pasif, melainkan subjek aktif yang kaya akan pengalaman, kebijaksanaan, dan bisa menjadi keteladanan bagi generasi muda,” tambah Roby.

Baca Juga :  Bupati Roby Kurniawan Dorong Bank BTN Perbanyak KPR Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Bintan

Komitmen Berkelanjutan Lewat Gerakan GENTING

Selain fokus pada pemberdayaan lansia, Pemkab Bintan terus mempertegas komitmennya terhadap masa depan anak-anak daerah lewat optimalisasi program GENTING. Gerakan ini bergerak secara masif melalui edukasi pola asuh yang benar, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan ketat terhadap kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.

Di akhir kegiatan, Wamen Kemendukbangga bersama Bupati Bintan berkesempatan meninjau langsung sejumlah fasilitas pelayanan dan melihat dari dekat aktivitas harian para lansia di Rumah Bahagia Gunung Kijang.

Kunjungan kerja ini diharapkan mampu mempererat jalur koordinasi, pembinaan, serta dukungan anggaran maupun program dari pemerintah pusat ke daerah. Langkah sinergis ini diharapkan menjadi katalisator suksesnya pembangunan keluarga yang tangguh menuju visi Indonesia Emas 2045. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *