Wujud Kepedulian, Sapi Kurban 700 Kilogram dari Kapolda Kepri Sambangi Ponpes Mambaus Sholihin Bintan

Bintan, Kepri, Peristiwa88 Dilihat

Bintan – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri) menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat dengan menyalurkan bantuan hewan kurban. Satu ekor sapi berjenis premium dengan bobot mencapai 700 kilogram diserahkan langsung untuk Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Sholihin 7 Bintan.

Prosesi penyerahan bantuan tersebut berlangsung khidmat di kompleks Ponpes Mambaus Sholihin 7, yang berlokasi di Jalan Manggar, Kampung Sakera, Kelurahan Tanjung Uban Utara, Kecamatan Bintan Utara, Selasa (26/5/2026).

Bantuan dari Kapolda Kepri ini diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Bintan yang diwakili oleh Kasat Intelkam Polres Bintan, Syamsuriya, S.Sos., M.Si., dan diterima langsung dengan hangat oleh Pengasuh Pesantren, Ustaz Munawir.

Baca Juga :  Siap Saing di Pasar Digital! Bupati Bintan Dorong Sentra Fashion Seri Kuala Lobam Tembus Kancah Nasional

Usai penyerahan, Kasat Intelkam Polres Bintan, Syamsuriya, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan silaturahmi yang kembali terjalin erat antara pihak kepolisian dan pengurus pesantren.

“Pada kesempatan ini, kami atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolda Kepri yang telah berkenan memberikan sapi kurban ini untuk warga Kampung Sakera. Semoga bantuan ini membawa berkah dan kemanfaatan bagi kita semua,” ujar Syamsuriya.

Dalam momen yang penuh kebersamaan tersebut, Syamsuriya juga mengajak seluruh pihak yang hadir untuk bersama-sama mendoakan Kapolda Kepri beserta jajaran agar senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, serta kesuksesan dalam memimpin Kepolisian Daerah Kepulauan Riau.

Baca Juga :  Mengorkestrasi Masa Depan Ketahanan Pangan Maritim

Melalui aksi sosial penyerahan hewan kurban premium ini, Polres Bintan berharap hubungan yang harmonis, sinergis, dan kekeluargaan antara Polri dan elemen masyarakat—khususnya di lingkungan pondok pesantren—dapat terus terjaga dengan baik demi kondusivitas wilayah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *