Jaga Ekosistem Laut Kepri, UMRAH dan Blue Lantern Foundation Dorong Kolaborasi Pengelolaan TWP Timur Bintan

Tanjungpinang — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan di Kepulauan Riau.

Hal tersebut disampaikan Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA, saat menghadiri dan memberikan sambutan dalam Forum Pemangku Kepentingan Taman Wisata Perairan (TWP) Timur Pulau Bintan di Galeri Tamadun Maritim, Kampus UMRAH Dompak, Sabtu (25/7/2026).

banner 728x90

Forum bertajuk “Sinkronisasi Pengelolaan TWP Timur Pulau Bintan” ini diselenggarakan oleh Yayasan Lentera Permata Biru (Blue Lantern Foundation) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan UMRAH.

Kegiatan ini mempertemukan berbagai elemen lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pengelola kawasan konservasi, organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha, hingga perwakilan masyarakat pesisir untuk memperkuat sinergi tata kelola laut.

Baca Juga :  Bukan Ngabuburit Biasa! Gubernur Ansar 'Nyemplung' Bersihkan Sampah Laut di Depan Balai Adat Penyengat

Turut hadir dalam acara tersebut CEO Blue Lantern Foundation M. Yusuf Rumaida, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Dr. Said Sudrajad (mewakili Gubernur Kepri), Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Bintan Mohd. Panca Azdigoena (mewakili Bupati Bintan), Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Hasan, Dekan FIKP UMRAH Dr. Donny Apdillah, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam paparan sambutannya, Prof. Agung menekankan bahwa Kepulauan Riau memiliki identitas tak terpisahkan dari wilayah laut. Dengan cakupan perairan mencapai 96 persen, Kepri memegang peran strategis sebagai benteng maritim dan koridor keanekaragaman hayati nasional.

Baca Juga :  Hijaukan Pesisir Dompak, UMRAH Tanam Ribuan Pohon untuk Benteng Alami Perubahan Iklim

Ia menjelaskan, kawasan TWP Timur Pulau Bintan memiliki nilai ekologis tinggi karena menyimpan bentang alam terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove. Meski demikian, ekosistem bernilai tinggi ini terus menghadapi tekanan aktivitas manusia, ancaman perubahan iklim, serta tantangan tata kelola.

“UMRAH siap menjadi mitra strategis bagi pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian laut melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tegas Prof. Agung.

Untuk menjawab tantangan tersebut, UMRAH memfokuskan peran akademisnya pada tiga pilar utama:

  1. Riset Berbasis Bukti: Memperkuat pemantauan ekologi guna menyediakan data ilmiah bagi dasar pengambilan kebijakan.

  2. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia: Meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir melalui pendekatan citizen science.

  3. Dukungan Ilmiah Operasional: Mendukung UPTD BLUD dalam penetapan zonasi, kajian daya dukung wisata, dan pengembangan ekowisata bahari ramah lingkungan.

Rektor UMRAH berharap forum ini tidak berhenti pada wacana diskusi semata, melainkan mampu melahirkan aksi nyata yang terintegrasi demi menjaga kelestarian laut sekaligus menyejahterakan masyarakat pesisir.

Komitmen ini sekaligus mengukuhkan peran UMRAH sebagai kampus berbasis maritim dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 14: Life Below Water. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *