Bintan – Pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang saat mencari udang di perairan Pantai Lobo, Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (13/8/2026) sore.
Korban diketahui bernama Sutiyo (49), warga Perumahan Kijang Kencana Blok B Nomor 38, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur.
Sutiyo sebelumnya diketahui turun ke laut sekitar pukul 02.00 WIB untuk menyuluh mencari udang di sekitar perairan Pantai Lobo, RT 001/RW 001, Trikora Km 42, Desa Teluk Bakau.
Namun, hingga sekitar pukul 04.45 WIB, korban tidak kunjung kembali. Rekan korban bersama masyarakat kemudian melakukan pencarian dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kewilayahan.
Mendapat laporan tersebut, Babinsa Desa Teluk Bakau Koramil 02/Bintim, Koptu Ventri Putra, langsung menuju lokasi dan membantu pencarian bersama masyarakat menggunakan speedboat BBC Resort.
Sekitar pukul 10.20 WIB, Tim SAR Gabungan tiba di lokasi dan melanjutkan pencarian dengan menyisir kawasan perairan Pantai Lobo yang diduga menjadi lokasi terakhir korban beraktivitas.
Setelah beberapa jam dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Korban kemudian dievakuasi oleh tim gabungan menuju Puskesmas Kawal untuk penanganan lebih lanjut.
Koptu Ventri Putra mengatakan, sejak menerima informasi mengenai warga yang hilang, pihaknya bersama Tim SAR Gabungan dan masyarakat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi.
“Kami bersama Tim SAR Gabungan dan masyarakat berupaya semaksimal mungkin melakukan pencarian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan. Selanjutnya korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Kawal untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut. Menurutnya, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar lebih memperhatikan faktor keselamatan.
“Khususnya pada malam hingga dini hari, selalu memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan alat keselamatan dan penerangan yang memadai serta tidak melaut seorang diri,” katanya.
Babinsa juga mengimbau masyarakat pesisir untuk segera berkoordinasi dengan aparat kewilayahan apabila terjadi kondisi darurat di laut. Koordinasi yang cepat diharapkan dapat mempercepat proses penanganan maupun pencarian korban. (Red)







