Warga Soroti Debu Truk hingga Minim Penerangan di Kawasan KEK Galang Batang

Bintan, Kepri, Peristiwa62 Dilihat

Bintan – Warga di sekitar simpang tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, RT 04 RW 02, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, mengeluhkan kondisi jalan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan membahayakan pengguna jalan.

Keluhan warga terutama terkait debu yang beterbangan akibat aktivitas mobil truk perusahaan yang keluar-masuk kawasan industri Galang Batang. Selain itu, minimnya penerangan pada malam hari juga menjadi perhatian karena kawasan tersebut dinilai rawan terjadi kecelakaan.

banner 728x90

Salah seorang warga, Muhammad Supriyanto, mengatakan persoalan debu menjadi salah satu gangguan yang dirasakan masyarakat setiap hari.

Baca Juga :  Menuju Indonesia Emas 2045: Guru Besar PTN-B se-Indonesia Berkumpul di UMRAH Bahas Arah Pendidikan

Menurutnya, debu berasal dari aktivitas kendaraan perusahaan yang melintas di kawasan tersebut. Ia berharap ada upaya pembersihan jalan secara rutin agar debu tidak terus beterbangan dan mengganggu masyarakat.

“Pertama memang debu, kemudian di simpang tiga KEK ini beberapa kali terjadi kecelakaan. Seharusnya jalannya dicuci. Sehari-hari debunya terlalu banyak,” ujar Supriyanto.

Ia mengatakan, warga sebenarnya mendukung keberadaan perusahaan dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Namun, menurutnya, aspek kebersihan dan keselamatan masyarakat juga perlu mendapat perhatian.

“Kami sebagai masyarakat menilai dengan adanya  PT bagus, bukannya tidak bagus. Kami pun menyokong, tapi kebersihan dan keamanan juga harus diperhatikan,” katanya.

Baca Juga :  Iduladha 1447 H, Polres Bintan Sembelih dan Distribusikan Hewan Kurban untuk Warga

Selain persoalan debu, warga juga menyoroti kondisi penerangan di simpang tiga tersebut yang masih minim pada malam hari.

Supriyanto mengatakan, penerangan di kawasan itu selama ini lebih banyak mengandalkan lampu dari rumah maupun warung milik warga.

Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko karena kendaraan yang melintas, termasuk kendaraan pekerja perusahaan, kerap melaju dengan kecepatan tinggi.

“Selain itu masalah di simpang ini sering terjadi tabrakan. Itu seharusnya ada petugas yang mengatur lalu lintasnya. Minimal ada lampu merah di simpang ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Luruskan Info Medsos, Diskominfo Batam Buka-bukaan Asal-usul 66 Hewan Kurban Pemko

Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat segera mencari solusi untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan di kawasan tersebut.

Menurutnya, penambahan lampu penerangan, pengaturan lalu lintas hingga pembersihan jalan secara rutin diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus mengatasi persoalan debu yang dikeluhkan warga.

Warga berharap aktivitas industri di KEK Galang Batang tetap dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi daerah, namun di sisi lain keselamatan serta kenyamanan masyarakat di sekitar kawasan juga menjadi perhatian. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *