Mooncake Festival Batam 2026, Keberagaman Budaya Jadi Daya Tarik Pariwisata

Batam, Kepri, Peristiwa133 Dilihat

Batam — Mooncake Festival atau Festival Kue Bulan di Kota Batam tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kerukunan sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya sebagai bagian dari daya tarik pariwisata daerah.

Hal tersebut terlihat dalam malam puncak Mooncake Festival Kota Batam yang digelar di Kompleks Bumi Indah, Lubukbaja, Minggu (27/9/2026) malam.

banner 728x90

Ribuan masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut. Rangkaian acara juga dimeriahkan penampilan sejumlah artis, Pawai Khitong serta Pawai Budaya Nusantara yang berlangsung sejak siang hari.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra turut menghadiri malam puncak festival tersebut.

Baca Juga :  PAD Batam Rp2,58 Triliun, Pemko Genjot Pajak Tanpa Naikkan Tarif

Kegiatan melibatkan 60 lembaga keagamaan dan kemasyarakatan serta menampilkan 10 kekayaan budaya Nusantara. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari suasana perayaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Amsakar mengatakan keberagaman merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Batam yang terdiri dari berbagai suku, agama dan komunitas.

“Keberagaman di Batam harus kita rawat bersama. Kebudayaan menjadi bagian dari diplomasi untuk merawat hubungan, mempererat persaudaraan, sekaligus menunjukkan jati diri bangsa,” ujar Amsakar.

Menurutnya, Batam dapat disebut sebagai miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari Melayu, Jawa, Batak, Minang, Tionghoa, Bugis hingga masyarakat dari kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga :  Pemkab Bintan Anggarkan Rp1,7 Miliar untuk Rehab 44 Rumah Tidak Layak Huni di 2026

Amsakar menilai keberagaman tersebut tidak hanya memiliki nilai sosial dan budaya, tetapi juga dapat mendukung perkembangan sektor pariwisata dan perekonomian Batam.

Berbagai kegiatan budaya dan kemasyarakatan, kata dia, dapat menjadi daya tarik yang mendorong aktivitas wisata sekaligus menggerakkan sektor usaha yang terkait dengannya.

Karena itu, Pemerintah Kota Batam berkomitmen mendorong pemajuan kebudayaan melalui berbagai kegiatan dan program.

Salah satunya dengan menyiapkan kalender kegiatan pariwisata secara berkelanjutan. Pemko Batam juga merencanakan pembangunan Gedung Budaya di kawasan Sukajadi.

Langkah tersebut diarahkan agar Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, pusat data dan pusat logistik, tetapi juga berkembang sebagai kota budaya yang inklusif.

Baca Juga :  Dukung Program 3 Juta Rumah, Pemko Batam Bebaskan PBG hingga BPHTB untuk MBR

“Langkah strategis ini dilakukan agar Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, pusat data, dan pusat logistik, tetapi juga tumbuh sebagai kota budaya yang inklusif, rukun, dan maju,” kata Amsakar.

Mooncake Festival Batam 2026 pun menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan budaya dapat menjadi ruang pertemuan masyarakat sekaligus memperkenalkan keragaman budaya kepada publik.

Dengan keterlibatan berbagai komunitas dan lembaga, festival tersebut memperlihatkan keberagaman sebagai bagian dari kehidupan sosial Batam yang dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas pariwisata dan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *