Gubernur Ansar Terima Kunjungan SKK Migas Sumbagut, Komitmen Jaga Hubungan Baik Industri Hulu Migas di Kepri

Tanjungpinang – Hubungan sinergis antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dinilai berjalan sangat harmonis. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumbagut, Yanin Kholison, dalam pertemuannya dengan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, di Gedung Dekranasda Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Rabu (13/05).

Pertemuan ini merupakan bagian dari agenda silaturahmi sekaligus kunjungan kerja jajaran SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara bersama sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Kepri. Sejumlah perwakilan KKKS yang turut hadir di antaranya dari Prima Energy Northwest Natuna Pte. Ltd., Star Energy (Kakap) Ltd., Harbour Energy, Pertamina East Natuna, Medco E&P Natuna Ltd., serta West Natuna Exploration Ltd.

Baca Juga :  Museum dan Monumen Bahasa Segera Berdiri di Penyengat, Groundbreaking Dijadwalkan Juni 2026

“Terima kasih atas kesempatan kunjungan ini, kami juga didampingi melihat langsung perkembangan ibu kota Provinsi Kepri. Kunjungan kerja kali ini menjadi salah satu agenda dengan durasi yang cukup panjang. Ini membuktikan bahwa komunikasi dan hubungan antara industri migas dengan pemerintah daerah benar-benar terjalin sangat baik,” ujar Yanin.

Yanin menjelaskan, kunjungan rutin ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi sekaligus menyampaikan perkembangan terkini industri migas di daerah. Dalam momentum tersebut, sejumlah KKKS menaruh harapan besar terhadap dukungan Pemprov Kepri guna percepatan proses persetujuan perpanjangan kontrak kerja sama yang saat ini sedang bergulir di Kementerian ESDM.

Baca Juga :  Kakanwil Imigrasi Kepri Ajak Masyarakat Awasi Aktivitas Orang Asing dan Penyalahgunaan Izin Tinggal

Perwakilan Medco E&P Natuna Ltd, Kemal Abduh Rahman Massi, memaparkan bahwa pada tahun 2026 ini pihaknya berkomitmen penuh untuk melakukan pengeboran sumur eksploitasi baru demi menjaga stabilitas tingkat produksi. Langkah ini dibarengi dengan berbagai pekerjaan pemeliharaan rutin di wilayah kerja mereka.

“Saat ini kami masih menunggu persetujuan (approval) perpanjangan kontrak, sehingga dukungan dari semua pihak, termasuk Pemprov Kepri, sangat kami harapkan,” ungkap Kemal.

Optimisme serupa datang dari Medianestrian, perwakilan Harbour Energy. Perusahaan asal Inggris yang telah memproduksi migas di Blok A Natuna sejak era 1980-an ini berkomitmen melakukan pengeboran tiga sumur eksplorasi baru sepanjang tahun 2026.

Baca Juga :  Kalahkan Ribuan Peserta Dunia, UKM Pencak Silat UMRAH Borong 7 Medali di Malaysia!

“Kami juga tengah menunggu perpanjangan kontrak blok yang berlaku hingga 2029 mendatang. Mohon dukungan dan doanya agar target temuan cadangan minyak dan gas baru dapat terealisasi untuk meningkatkan produksi nasional ke depan,” tuturnya.

Sementara itu, Vera Novita Rahma dari Star Energy (Kakap) Ltd menyebutkan bahwa pihaknya membidik target produksi sekitar 1.000 barel per hari, meskipun saat ini masih dihadapkan pada beberapa kendala teknis di lapangan. Di samping fokus pada operasional, Star Energy juga konsisten menjalankan tanggung jawab sosial melalui program pembinaan masyarakat di Kepulauan Anambas serta menggelar aksi pengobatan massal rutin setiap tahunnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *