Amren Jaini, Putra Melayu Sekanak yang Menjaga Nyala Desa di Pusat Negeri

Kepri, Lingga, Profil313 Dilihat

Lingga – Di antara muara sungai dan riuh ombak di pesisir Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, tumbuh seorang anak kampung yang akrab dengan nilai adat dan gotong royong. Ia adalah Amren Jaini, putra Melayu Sekanak—yang kini menjejakkan langkahnya di panggung nasional sebagai Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP APDESI) periode 2026–2031.

‎Senin (16/2/2026), di Auditorium Utama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Jakarta, Amren resmi dilantik sebagai Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP APDESI) periode 2026–2031.

‎Namun bagi Amren, momen tersebut bukan sekadar seremoni. Ia memaknainya sebagai peralihan peran: dari menjaga denyut pembangunan di kampung halaman, menjadi pengawal kepentingan desa di tingkat nasional.

‎“Amanah ini berat, tetapi harus dijalankan dengan sepenuh tanggung jawab,” ucapnya lirih namun mantap.

‎Amren meyakini desa adalah simpul awal kekuatan Indonesia. Dari desa mengalir sumber daya alam, pangan, budaya, dan tenaga kerja yang menopang republik. Namun ironi kerap terjadi—kekayaan lahir dari desa, sementara kesejahteraan belum sepenuhnya kembali ke desa.

‎Sebagai putra Melayu Sekanak, ia membawa falsafah hidup yang menjunjung marwah dan kemaslahatan bersama. Baginya, desa tak boleh lagi diposisikan sebagai objek kebijakan, melainkan subjek yang berdaulat atas arah pembangunannya sendiri. Penataan tata kelola sumber daya, penguatan ekonomi lokal, hingga perlindungan hak-hak desa menjadi fokus yang ingin ia kawal.

‎Melalui DPP APDESI, ia mendorong kolaborasi lintas sektor. Sinergi akan diperkuat bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Kementerian Koperasi, serta Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

‎Langkah ini juga selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam menguatkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai fondasi ekonomi kerakyatan. Amren percaya, ketika desa diberi ruang dan dukungan yang memadai, ia akan tumbuh menjadi pusat kemandirian ekonomi.

‎Baginya, perjuangan di Jakarta bukan tentang kekuasaan, melainkan tentang memastikan suara desa terdengar jelas dalam setiap kebijakan. Ia ingin program pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat perdesaan—bukan sekadar angka di atas kertas.

‎Dari kampung kepulauan yang jauh dari hiruk pikuk ibu kota, Amren Jaini membawa semangat tanah kelahiran ke jantung republik. Ia berdiri bukan hanya sebagai pejabat organisasi, tetapi sebagai penjaga harapan—bahwa ketika desa dimuliakan, Indonesia akan menemukan kekuatannya yang sejati. (Adhe)

Baca Juga :  Kapolda Kepri Terima Audiensi Mahasiswa Cipayung Plus, Perkuat Sinergi dan Komunikasi Konstruktif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *