Bintan – Gelombang arus mudik Lebaran 2026 mulai mencapai puncaknya di Pelabuhan Sri Bayintan , Sei. Kolak Kijang, Kabupaten Bintan. Tercatat ribuan penumpang memadati dermaga pada Selasa malam (17/03) untuk bertolak ke berbagai kota tujuan di Indonesia menggunakan armada PT Pelni.
Meskipun sempat terjadi keterlambatan jadwal keberangkatan hingga enam jam, antrean penumpang tetap mengular dan antusias untuk menaiki kapal. Transportasi laut hingga kini masih menjadi pilihan utama masyarakat Kepulauan Riau untuk pulang ke kampung halaman karena harga tiket yang relatif terjangkau.
Kepala Kantor Pelni Cabang Tanjungpinang, Putra Kencana mengonfirmasi bahwa Selasa malam merupakan titik tertinggi kepadatan penumpang. Berdasarkan data di lapangan, jumlah pemudik yang berangkat melalui Pelabuhan Sri Bayintan Kijang mencapai angka yang sangat signifikan.
“Jumlah penumpang mudik dari Pelabuhan Sri Bayintan Kijang pada Selasa malam (17/03) mencapai 2.000 lebih dengan tujuan utama Tanjung Priok, Jakarta. Hari ini memang merupakan puncak mudik untuk tujuan Jakarta, Surabaya, hingga Kupang,” jelas Putra.
Ia menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terlihat dari data reservasi tiket. “Sejauh ini tiket yang sudah dipesan mencapai 2.614 kursi. Bahkan, tiket tujuan Surabaya dari Kijang sudah ludes terjual sejak Senin kemarin,” tambahnya.
Kesiapan Armada dan Kuota Penumpang
Untuk mengakomodasi lonjakan ini, PT Pelni Cabang Tanjungpinang telah memaksimalkan kuota penumpang dan menyiagakan sejumlah armada. Kepala Kantor Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, menyatakan pihaknya membuka kuota hingga 2.700 penumpang untuk memastikan semua pemudik terangkut.
Terdapat tiga armada utama yang dikerahkan dalam periode Lebaran 2026 ini:
-
KM Tidar: Melayani rute panjang mulai dari Jakarta, Surabaya, Makassar, Bau-Bau, hingga wilayah Nusa Tenggara.
-
KM Bukit Raya: Melayani rute Natuna hingga Surabaya.
-
Sabuk Nusantara 08: Kapal perintis untuk konektivitas antar pulau, termasuk armada yang disiagakan di Pelabuhan Tanjungpinang.
Hingga saat ini, otoritas pelabuhan memastikan belum ada penambahan armada darurat karena kapal-kapal Pelni yang ada saat ini sudah melayani rute-rute panjang secara maksimal.
Kesetiaan Penumpang pada Jalur Laut
Salah seorang penumpang, Frengki, mengaku tidak keberatan harus menunggu lama di pelabuhan. Baginya, kenyamanan dan efisiensi biaya menjadi alasan utama tetap memilih kapal laut.
“Saya tetap setia menggunakan jasa Pelni karena harga tiketnya jauh lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi lain. Walaupun ada keterlambatan, yang penting bisa sampai dan berlebaran bersama keluarga di kampung halaman,” ujar Frengki.
Para petugas gabungan di lapangan terus berjaga untuk memastikan proses embarkasi penumpang berjalan aman dan tertib di tengah padatnya arus mudik tahun ini. (Red)







