Atasi Macet Bengkong, Pemko Batam Prioritaskan Pelebaran Jembatan Golden Prawn di 2027

Batam, Kepri, Peristiwa97 Dilihat

Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bergerak cepat merespons keluhan kemacetan di wilayah Bengkong. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa proyek pelebaran jembatan di Jalan Golden Prawn kini menjadi prioritas pembangunan dan ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2027.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Amsakar dalam acara halalbihalal bersama tokoh masyarakat dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) se-Kecamatan Bengkong di Ballroom Golden Prawn 933, Rabu (1/4) malam. Turut hadir dalam agenda tersebut Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Baca Juga :  Turun Dini Hari, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra Cek Arus Mudik di Pelabuhan Sekupang

Jembatan yang berlokasi di dekat Kantor Camat Bengkong tersebut dinilai sudah tidak memadai untuk menampung volume kendaraan yang terus meningkat.

“Untuk jembatan di Bengkong, saya minta ini menjadi perhatian serius. Insyaallah pada 2027 pelebaran dilakukan agar kemacetan di kawasan ini bisa terurai,” tegas Amsakar di hadapan ratusan warga.

Pelebaran ini dianggap sebagai kebutuhan mendesak seiring pesatnya mobilitas ekonomi dan pemukiman di Kecamatan Bengkong. Amsakar pun telah menginstruksikan dinas terkait untuk memasukkan proyek ini ke dalam skala prioritas perencanaan pembangunan daerah.

Baca Juga :  Penyegaran Birokrasi Pemprov Kepri: Guntur Sakti Pimpin Satpol PP, Ini Nama-Nama Pejabat Baru Pilihan Ansar

Respons Aspirasi Warga dan Rencana SMK Negeri

Selain masalah infrastruktur jalan, Pemko Batam juga menampung aspirasi terkait sektor pendidikan. Perwakilan FK RT/RW Bengkong, Anwar, mengusulkan adanya pembangunan SMK Negeri baru di wilayah tersebut.

Menanggapi hal itu, Amsakar menyatakan keterbukaan pemerintah untuk menindaklanjuti usulan tersebut secara bertahap. “Terkait usulan SMK di Tanjung Buntung, silakan tokoh masyarakat berkoordinasi langsung dengan Pemko agar bisa kita bahas teknis dan ketersediaan lahannya lebih lanjut,” tambahnya.

Dengan populasi Batam yang kini menembus 1,3 juta jiwa, Amsakar menyadari tantangan pembangunan semakin kompleks. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dan menjaga kolaborasi demi percepatan pembangunan kota.

Baca Juga :  Nagoya Bangkit! Event 5 Hari Sedot 6.000 Pengunjung, Omzet UMKM Batam Meledak

“Tidak mungkin semua persoalan selesai dalam waktu singkat. Namun, dengan bergerak bersama, tantangan yang berat akan terasa ringan,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *