Bintan – Wakil Menteri Perdagangan (Wamen-dag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bintan untuk meninjau potensi industri di Kawasan Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Lobam, Senin (9/3/2026). Kedatangan Dyah Roro Esti Widya Putri di Kabupaten Bintan difokuskan pada peninjauan kawasan industri terpadu Bintan Inti Industrial Estate atau BIIE Lobam.
Kawasan 4000 meter persegi ini menjadi salah satu motor penggerak ekspor-impor Kepulauan Riau sejak tahun 1994.
Dalam kunjungan tersebut, Wamen-dag menyambangi PT Bionesia Organic Foods dan mengaku kagum dengan proses produksi turunan kelapa yang telah berhasil menembus pasar Shanghai, China.
“Di PT Bionesia ini kita melihat produksi kelapa dan produk turunannya seperti konsentrat dan kelapa frozen diproduksi sangat produktif. Pengelolaannya luar biasa, apalagi berhasil memberdayakan tenaga kerja lokal di Bintan,” ujar Dyah Roro Esti usai meninjau pabrik.
Dongkrak Surplus Perdagangan
Dyah Roro berharap produktivitas di kawasan BIIE Lobam terus meningkat untuk membantu mendongkrak persentase ekspor nasional. Saat ini, surplus perdagangan Indonesia berada di angka 41 miliar dolar AS lebih.
“Harapannya, produktivitas di BIIE ini menciptakan multiplier effect yang terjaga baik bagi ekonomi daerah maupun nasional,” tambahnya.
Siapkan Jembatan Ekspor ke 33 Negara
Menjawab tantangan ekspor dari Bintan, Kemendag menawarkan dukungan nyata melalui jaringan internasional. Wamen-dag menegaskan bahwa pemerintah pusat siap memfasilitasi eksportir Bintan melalui 33 perwakilan atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di seluruh dunia.
“Kami memiliki perwakilan di 33 negara yang bisa menjadi jembatan bagi para eksportir. Selain itu, ada platform InaExport di mana para eksportir bisa secara online melakukan matchmaking dengan certified buyer yang sudah kami jamin keamanannya,” jelasnya.

Perluas Pasar ke Kanada dan Uni Eropa
Tak hanya China, Kemendag kini tengah memperkuat fondasi kebijakan melalui perjanjian dagang internasional seperti ICA-CEPA (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement), IEU-CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement), hingga pendekatan pasar ke negara-negara Arab.
“Apa yang kita upayakan di pusat diharapkan menjadi fondasi yang bermanfaat bagi eksportir di daerah yang ingin melirik pasar baru di luar China. Di sinilah negara hadir untuk membantu,” tegas Wamen-dag muda tersebut.
Di akhir kunjungannya, Dyah Roro Esti mengajak para investor untuk melirik Bintan, khususnya kawasan BIIE Lobam, sebagai lokasi pengembangan industri karena dukungan fasilitas dan kemudahan dari pemerintah daerah yang sangat baik. (Red)






