Modal Pinjaman Rp10 Juta Lunas, Koperasi Merah Putih Busung Kini Kantongi Omzet Jutaan Per Hari

Bintan, Kepri, Peristiwa39 Dilihat

Bintan – Semangat kemandirian ekonomi ditunjukkan oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam. Meski mengawali langkah dari modal pinjaman yang terbatas, koperasi ini sukses menjelma menjadi salah satu KDMP yang paling berkembang di Kabupaten Bintan dan menjadi pilar penyokong UMKM di kawasan wisata Gurun Pasir Telaga Biru.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Desa Busung, Silvianora Sita, menceritakan perjalanan lembaga yang dipimpinnya tersebut di sela-sela pelaksanaan pesta ketupat, Minggu (31/5) lalu.

Silvianora mengenang, koperasi tersebut pertama kali resmi berdiri pada awal tahun ini, tepatnya 1 Januari 2026, yang diresmikan langsung oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan bertepatan dengan momen perayaan Pesta Gonggong.

Kehadiran koperasi yang berlokasi strategis di kawasan destinasi Wisata Gurun Pasir Telaga Biru ini rupanya membawa dampak instan yang positif, khususnya bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengais rezeki di area wisata tersebut.

Baca Juga :  Pelepasan Mudik KM Kelud: Gubernur Ansar Pastikan 3.500 Penumpang Nyaman Menuju Belawan

“Alhamdulillah, dengan adanya Koperasi Merah Putih di Desa Busung yang berlokasi di Wisata Gurun Pasir Telaga Biru ini sangat membantu bagi UMKM yang berjualan di sini. Mereka bisa langsung berbelanja kebutuhan jualan mereka dan juga bisa bergabung menjadi anggota,” ujar Silvianora.

Ia menambahkan, koperasi ini menerapkan sistem yang saling menguntungkan. Di mana setiap anggota yang berbelanja akan mendapatkan keuntungan kembali dari hasil pembelanjaan mereka pada akhir tahun. Berkat sistem tersebut, hingga kini jumlah anggota koperasi telah tumbuh mencapai 94 orang, yang terdiri dari para pelaku UMKM lokal dan masyarakat biasa.

Omzet Rp1 Juta Sehari dan Mandiri Finansial

Bicara mengenai perkembangan bisnis, Koperasi Desa Merah Putih Busung mencatatkan performa finansial yang menjanjikan. Dengan komitmen menjaga harga barang tetap kompetitif—beberapa produk dipatok sama dan bahkan ada yang lebih murah dari harga pasar di luar—koperasi ini berhasil menarik minat pembeli secara konsisten.

Baca Juga :  Peringati HLUN 2026, Pemkab dan LKKS Bintan Salurkan 300 Paket Sembako untuk Lansia

“Untuk keuntungan bersih per bulan saat ini mencapai Rp6 juta rupiah, dengan omzet penjualan dalam satu hari rata-rata menyentuh angka Rp1 juta rupiah,” beber Silvianora.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan fakta menarik di balik pengelolaan koperasi ini. Finansial koperasi sepenuhnya digerakkan secara mandiri tanpa adanya suntikan bantuan dana dari pihak luar.

“Modal awal kami dulu hanya Rp10 juta rupiah, itu pun hasil meminjam dari pihak lain dan Alhamdulillah saat ini sudah berhasil kami kembalikan. Dari keuntungan penjualan barang-barang di sini, kami putar kembali untuk menambah modal beli barang dagangan, sekaligus untuk menggaji karyawan. Saat ini ada 3 orang karyawan yang masing-masing dibayar Rp1,5 juta per bulan,” terangnya.

Baca Juga :  Amsakar Achmad Ajak Warga Batam 'Waras' Bermedsos: Jadikan Ruang Digital Sarana Silaturahmi, Bukan Konflik

Terkait pasokan barang, sejauh ini Koperasi Desa Merah Putih Busung telah menjalin kerja sama dengan Koperasi KDMP Kuala Sempang. Namun, karena belum memiliki distributor resmi yang mengikat, pengurus koperasi kerap harus turun langsung berbelanja secara mandiri.

Silvianora menaruh harapan besar agar ke depan ada distributor tetap yang melirik dan menyuplai kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih Busung, mengingat potensi pasar di kawasan wisata Gurun Pasir Telaga Biru yang sangat menjanjikan.

“Harapan kami tentu ada distributor tetap yang bisa masuk ke sini, karena modal yang kami kelola saat ini murni masih modal sendiri,” pungkasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *