Gandeng Reef Check Indonesia, FIKP UMRAH Ambil Langkah Besar Selamatkan Terumbu Karang Kepri dari Perubahan Iklim

Tanjungpinang – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali memperkokoh posisinya sebagai mitra strategis dalam pengelolaan ekosistem pesisir dan laut berkelanjutan.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta Implementation Agreement antara FIKP UMRAH dan Yayasan Reef Check Indonesia (YRCI) untuk pelaksanaan program konservasi di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Kemitraan ini menjadi bentuk pengakuan atas kapasitas akademik, pengalaman lapangan, serta kontribusi nyata FIKP UMRAH dalam pemberdayaan masyarakat pesisir. Dalam kolaborasi ini, FIKP UMRAH didapuk sebagai mitra utama untuk mendukung penguatan kapasitas warga lokal dan pengumpulan data lapangan terkait pengelolaan terumbu karang yang tangguh (resilient) terhadap perubahan iklim.

Baca Juga :  Lobi Menteri LH di Jakarta, Lis Darmansyah Paparkan Rahasia Sukses Pengelolaan Sampah Tanjungpinang

Momentum Jembatani Teori dan Aksi Nyata

Dekan FIKP UMRAH, Dr. Dony Apdillah, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan momentum krusial bagi perguruan tinggi untuk menjembatani ilmu pengetahuan dengan praktik konservasi di lapangan.

“Kepercayaan dari Yayasan Reef Check Indonesia membuktikan bahwa FIKP UMRAH memiliki kompetensi ilmiah yang kuat untuk mendukung program konservasi berbasis sains. Kami berharap kolaborasi ini membawa dampak nyata bagi masyarakat dan memperkuat tata kelola terumbu karang di Kepri,” ujar Dr. Dony.

Fokus di 3 Wilayah Strategis Kepri

Baca Juga :  Terekam CCTV Selipkan Sabu di Pagar Lapas Narkotika Tanjungpinang, Pria Berinisial S Diringkus Polisi

Program konservasi ini akan difokuskan pada tiga kawasan krusial di Kepulauan Riau yang saat ini menghadapi tantangan berat akibat tekanan pembangunan dan perubahan iklim, yaitu: Batam, Bintan dan Anambas.

Sementara itu, Direktur Yayasan Reef Check Indonesia, Derta Prabuning, mengungkapkan bahwa kedekatan FIKP UMRAH dengan masyarakat pesisir lokal menjadi faktor penentu keberhasilan program ini.

Menurut Derta, FIKP UMRAH tidak hanya bertindak sebagai lembaga pendidikan, melainkan sebagai mitra strategis yang merumuskan solusi adaptif berbasis ilmiah. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang efektif sekaligus menempatkan masyarakat lokal sebagai garda terdepan dalam menjaga laut mereka.

Baca Juga :  Catat Tanggalnya! Bupati Roby Prediksi Puncak Arus Mudik Bintan Terjadi 13 dan 17 Maret

Melalui langkah nyata ini, FIKP UMRAH terus memperluas jejaring kolaborasi nasional sekaligus mempertegas perannya sebagai pusat unggulan (center of excellence) penelitian kelautan demi mendukung pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *