Dilepas Wagub Kepri, 1.336 Mahasiswa UMRAH Menyebar ke 58 Desa di 4 Daerah, Rektor Pesankan 4 Hal Ini

Tanjungpinang  – Sebanyak 1.336 mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) resmi dilepas untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang II Tahun 2026. Upacara pelepasan berlangsung khidmat di halaman Gedung Prof. Maswardi M. Amin, Kampus UMRAH Dompak, Tanjungpinang, Sabtu (1/8/2026).

Pelepasan ribuan mahasiswa ini menandai dimulainya agenda pengabdian masyarakat secara serentak di berbagai wilayah pesisir dan pulau-pulau di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

banner 728x90

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kepri Dr. Nyanyang Haris Pratamura, Rektor UMRAH Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, Kapolresta Tanjungpinang, Kepala OPD Pemprov Kepri dan Pemkab/Kota, jajaran pimpinan universitas, hingga perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau (UNRI).

Kepala LPPM UMRAH, Wahyudin dalam lapornnya menyampaikan bahwa masa pengabdian KKN kali ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2026.

Baca Juga :  Suntikan Rp100 Miliar untuk Pendidikan Kepri: Revitalisasi Sekolah SMK/SMA Resmi Dimulai

“Para peserta didistribusikan ke 58 desa dan kelurahan yang tersebar di empat kabupaten/kota, yakni Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, dan Kota Batam. Seluruh mahasiswa terbagi dalam 67 kelompok dan didampingi oleh 30 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),” terang Wahyudin.

Pada pelepasan gelombang kedua ini, UMRAH juga turut melepas peserta KKN Bersama hasil kolaborasi antara UMRAH dan UNRI.

Rektor Titip 4 Kompetensi Penting

Dalam amanatnya, Rektor UMRAH Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat merupakan cerminan langsung dari kualitas almamater.

“Kalian adalah wajah-wajah kampus. Tunjukkan bahwa kalian adalah mercusuar sebuah peradaban. Kita selalu mengusung komitmen bahwa UMRAH adalah pembangun peradaban maritim. KKN ini adalah kuliah kerja nyata, artinya selain belajar, kalian bekerja dan mengabdi bersama masyarakat,” tegas Prof. Agung.

Baca Juga :  Tonggak Sejarah Baru: UMRAH Resmikan Kapal Riset Elang Laut 1, Laboratorium Terapung Pertama untuk Perkuat Riset Maritim

Ia juga berpesan agar para mahasiswa tidak hanya mengandalkan ilmu akademis, tetapi juga membekali diri dengan empat kompetensi utama dalam menghadapi tantangan di lapangan.

“Ada empat hal yang harus kalian pegang teguh: berpikir kritis, kolaborasi, inovasi, dan komunikasi. Jadilah mahasiswa yang memberikan dampak positif di mana pun kalian ditempatkan, serta selalu jaga nama baik almamater,” imbaunya.

Pemprov Kepri Apresiasi Kontribusi UMRAH

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri Dr. Nyanyang Haris Pratamura memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi UMRAH dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di wilayah kepulauan.

Baca Juga :  Strategi Lolos Pendanaan Pusat: UMRAH Hadirkan Pakar dalam Coaching Clinic PKM

Menurut Wagub, sebagai perguruan tinggi berbasis kemaritiman, UMRAH memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang peka terhadap kondisi geografis dan sosial daerah.

“UMRAH berada di garda terdepan pendidikan tinggi berbasis kemaritiman di Kepri. Melalui program KKN ini, UMRAH terbukti konsisten melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul akademis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat pesisir,” ujar Nyanyang.

Ia berharap momentum KKN ini dimanfaatkan para mahasiswa sebagai wadah pembentukan karakter kepemimpinan dan empati sosial.

“Jadikan KKN ini sebagai kawah candradimuka untuk menggembleng kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi. Jadilah agent of change yang membawa angin segar, inovasi, serta solusi bagi daerah tempat kalian mengabdi,” pungkasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *