Blasting Tambang Granit Diduga Picu Keretakan Rumah Warga di Gunung Kijang

Bintan, Kepri, Peristiwa32 Dilihat

Bintan — Aktivitas peledakan atau blasting tambang granit di kawasan Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, membuat warga Kampung Tanjung Tangkap terkejut.

Ledakan yang terjadi pada Senin (10/8/2026) siang tersebut disebut warga terdengar jauh lebih keras dari biasanya. Pascaledakan, sejumlah rumah warga di RT 06/RW 03 dilaporkan mengalami keretakan pada bagian dinding hingga atap.

banner 728x90

Tokoh masyarakat setempat, Sukur, mengatakan pihak perusahaan sebenarnya telah menyampaikan pemberitahuan sehari sebelum kegiatan blasting dilakukan.

Menurutnya, kegiatan serupa selama ini sudah biasa dilakukan dan umumnya tidak menimbulkan persoalan. Namun, ledakan pada Senin siang dirasakan berbeda karena suaranya lebih keras dan arah ledakan disebut menghadap ke permukiman warga.

“Memang satu hari sebelumnya saya sudah diinformasikan oleh perusahaan bahwa akan ada blasting. Biasanya aman-aman saja. Namun hari itu suara ledakannya seperti petir,” ujar Sukur saat ditemui di kediamannya, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga :  Bundaran Relief Antam Kijang Jadi Lautan Cahaya, Puluhan Mobil Hias Meriahkan Pawai Takbir Bintan

Sukur menyebut, setelah kejadian tersebut, warga bersama unsur RT/RW, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan pihak perusahaan telah melakukan mediasi.

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan keberatan sekaligus meminta perusahaan bertanggung jawab terhadap kerusakan yang ditimbulkan.

“Kami sangat menyesalkan kejadian kemarin. Biasanya kan tidak seperti itu. Kami juga butuh perusahaan karena banyak warga yang bekerja di sana. Tetapi warga juga terdampak dan dirugikan. Kalau tidak bisa mengganti seutuhnya, setidaknya yang retak-retak itu bisa diperbaiki,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan pendataan sementara yang disampaikan melalui grup komunikasi warga, terdapat belasan rumah yang dilaporkan mengalami keretakan pada bagian tembok.

Namun, jumlah tersebut masih dalam proses pendataan dan belum mendapatkan verifikasi secara menyeluruh.

Baca Juga :  Strategi Lolos Pendanaan Pusat: UMRAH Hadirkan Pakar dalam Coaching Clinic PKM

Sukur mengatakan warga pada prinsipnya tidak menolak keberadaan perusahaan yang telah beroperasi di wilayah tersebut sejak puluhan tahun lalu. Menurutnya, keberadaan perusahaan turut memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

“Perusahaan ini sudah ada sejak saya kecil. Banyak warga di sini yang bekerja sebagai pemecah batu. Kami mendukung perusahaan tetap beroperasi, tetapi kami juga ingin merasa nyaman dan aman,” ujarnya.

Warga lainnya, Wati, yang berada di kawasan Simpang Tiga KEK Galang Batang, juga mengaku pada hari senin tersebut mendengar suara ledakan lebih keras dari arah Tanjung Tangkap.

“Iya, terdengar sampai sini,” kata Wati.

Atap rumah warga yang diduga pecah usai ledakan blasting di kawasan Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. F : Istimewa

Warga berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan melalui komunikasi antara masyarakat dan pihak perusahaan, termasuk memastikan penyebab keretakan rumah dan bentuk penanganan terhadap warga yang terdampak.

Baca Juga :  Penting untuk Beasiswa! Kantor Bahasa Kepri Targetkan 2.600 Peserta Tes UKBI Tahun 2026

Sementara itu, PT Bintang Mahkota Sukses (BMS) merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan batu granit dengan lokasi kegiatan operasional di wilayah Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Hingga berita ini diturunkan, tim liputan telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak Humas PT BMS terkait aktivitas blasting dan laporan kerusakan rumah warga.

Namun, pihak perusahaan belum dapat ditemui. Seorang petugas keamanan di pos penjagaan PT BMS mengatakan pihak yang hendak dikonfirmasi sedang tidak berada di tempat.

“Pak Catur sedang keluar,” ujar petugas keamanan tersebut, Rabu (12/8/2026) siang.

Channelkepri.com akan terus berupaya mendapatkan konfirmasi dan tanggapan resmi dari pihak PT BMS untuk melengkapi pemberitaan ini. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *