JAM-Intel Kejagung RI Reda Manthovani Kunjungi Rumah Bahagia Bintan, Beri Tali Asih untuk Lansia

Bintan, Kepri, Peristiwa33 Dilihat

Bintan — Rumah Bahagia Bintan di Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, mendapat kunjungan silaturahmi Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani, Rabu (26/8/2026).

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan Rusmin beserta jajaran, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Bupati Bintan Roby Kurniawan bersama Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti, serta Wakil Ketua II DPRD Kepri Dewi Kumalasari Ansar.

banner 728x90

Rombongan disambut Ketua Yayasan Rumah Bahagia Bintan Fiven Sumanti bersama para pengurus.

Kehadiran JAM-Intel Kejaksaan Agung RI menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus melihat langsung kondisi dan aktivitas Rumah Bahagia Bintan yang selama ini menjadi tempat tinggal sekaligus pembinaan bagi para lanjut usia (lansia).

Dalam kunjungan tersebut, Reda Manthovani juga memberikan bantuan tali asih kepada para penghuni dan pengurus Rumah Bahagia Bintan.

Reda mengatakan, nama “Rumah Bahagia” memiliki makna positif karena dapat membangun suasana dan persepsi bahagia bagi para penghuninya.

Baca Juga :  Pastikan Kesiapan Personel, Dansatgas Tekankan Kedisiplinan dalam Pengerjaan TMMD Ke-129 Bintan

Menurutnya, dalam ilmu neurosains, manusia memiliki sisi rasional dan emosional. Memori emosional, kata dia, memiliki pengaruh besar terhadap perilaku dan perasaan seseorang.

“Kalau di sini dibuat nama Rumah Bahagia, maka setiap kali kita masuk ke Rumah Bahagia ini, akan tertanam terus bahwa rumah ini adalah rumah bahagia. Ini sudah bagus, harus dipertahankan sehingga para penghuninya akan selalu bahagia walaupun berada dalam situasi apa pun,” ujar Reda.

Ia menambahkan, kunjungan dan pemberian bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu para penghuni Rumah Bahagia, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter kepedulian dan empati bagi pihak yang memberikan bantuan.

“Ini bukan murni untuk para penghuni saja, tetapi juga untuk kami sebagai pemberi bantuan, sebagai pembentuk karakter bahwa kami juga harus peduli terhadap mereka. Dengan kepedulian ini akhirnya terbentuk karakter manusia yang penuh empati,” katanya.

Reda berharap kepedulian tersebut terus dibangun, khususnya di kalangan aparat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara masyarakat dan aparat.

Baca Juga :  Bintan Raih Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kemenkes RI, Bukti Komitmen Wujudkan Zero Malaria

Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Bahagia Bintan Fiven Sumanti menyampaikan rasa syukur atas kunjungan JAM-Intel Kejaksaan Agung RI bersama jajaran pemerintah.

Menurutnya, perhatian yang diberikan kepada para penghuni menjadi penyemangat bagi para lansia yang tinggal di Rumah Bahagia Bintan.

“Kami sangat berbahagia dengan kunjungan Bapak JAM-Intel, Bapak Gubernur  dan Wakil Gubernur serta Bapak Bupati, Ibu Wakil Bupati, Kunjungan ini sangat berarti bagi kami. Kakek dan nenek di Rumah Bahagia tidak sendiri, banyak yang memperhatikan dan ini menjadi semangat bagi mereka untuk menjalani kehidupan selama di Rumah Bahagia,” ujar Fiven.

Bupati Bintan Roby Kurniawan turut mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kepri menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan terhadap program pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kabupaten Bintan.

“Silaturahmi ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah. Semoga kunjungan ini semakin mempererat koordinasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bintan,” kata Roby.

Baca Juga :  Kisah Haru Polsek Bintan Utara Sambangi Pemuda Penderita Kanker Tulang di Desa Berakit, Beri Semangat dan Santunan

Saat ini terdapat 39 orang lansia yang tinggal di Rumah Bahagia Bintan, terdiri dari 22 laki-laki dan 17 perempuan.

Aktivitas para lansia diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari ibadah, senam sehat bersama, berkebun hingga pemeriksaan kesehatan rutin yang diberikan Puskesmas Kawal setiap bulan.

Selain menjadi tempat tinggal bagi para lansia, saat ini Rumah Bahagia Bintan juga memfasilitasi tiga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang penanganannya dilakukan bersama Satuan Kerja Dinas Sosial Kabupaten Bintan. Mereka selanjutnya mendapatkan pengobatan di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Provinsi Kepri di Tanjung Uban.

Rumah Bahagia Bintan juga mengelola sekolah lansia yang diikuti para penghuni. Melalui program tersebut, para lansia mendapatkan pembinaan dan kegiatan edukatif untuk mengisi masa lanjut usia dengan aktivitas yang positif.

“Para peserta sekolah lansia tersebut direncanakan mengikuti wisuda pada September mendatang,” ujar Fiven. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *