Pulau Sembur Dikaji untuk Pengembangan Energi Terbarukan, Pemprov Kepri Soroti Manfaat bagi Warga

Batam, Kepri, Peristiwa26 Dilihat

Batam – Pemanfaatan Pulau Sembur di Galang Baru, Kota Batam, tengah dibahas untuk mendukung rencana pengembangan energi baru dan terbarukan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) membahas peluang pengembangan tersebut sekaligus dampaknya bagi masyarakat sekitar.

Pembahasan berlangsung dalam audiensi Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura dengan Pertamina NRE di Graha Kepri, Batam, Rabu (23/9/2026).

banner 728x90

Dalam pertemuan itu, Nyanyang menekankan agar rencana pengembangan energi di Pulau Sembur tidak hanya berorientasi pada investasi dan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Nyanyang, keterlibatan masyarakat perlu menjadi bagian dari pengembangan kawasan, termasuk melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Baca Juga :  KURMA 2026 Digelar di Gurindam 12, Pemprov Kepri Satukan UMKM, Layanan Publik dan Syiar Ramadan

“Kalau ada anggaran ataupun CSR yang diberikan untuk masyarakat, tentu harus memberikan manfaat yang nyata bagi rakyat,” ujar Nyanyang.

Pertamina NRE Pertimbangkan Kondisi Masyarakat

Manager Corporate Communication & Stakeholder Management Pertamina NRE, Susanto August Satria, mengatakan perusahaan telah memiliki pengalaman dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya.

Dalam rencana di Pulau Sembur, Pertamina NRE juga mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat yang berada di sekitar kawasan.

Keterlibatan warga, kebutuhan sumber daya manusia, serta dukungan pemerintah daerah menjadi sejumlah aspek yang dibahas dalam pengembangan energi tersebut.

Baca Juga :  Terima Anugerah Bintang Veteran, Wagub Kepri Nyanyang: Ini Amanah untuk Lebih Mengabdi

Susanto menyebut keberadaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan keberlanjutan proyek.

“Yang kami lihat bukan hanya sisi teknisnya, tetapi juga bagaimana kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan melibatkan masyarakat,” kata Susanto.

Lahan dan Infrastruktur Jadi Perhatian

Selain aspek sosial, audiensi juga membahas persoalan lahan, perizinan dan tata ruang.

Kepastian hak atas lahan menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan sebelum rencana pengembangan dapat dilanjutkan. Pemanfaatan lahan masyarakat juga menjadi perhatian dalam rencana pembangunan pembangkit energi surya di Pulau Sembur.

Baca Juga :  Panen Bersama Petani Bintan, Wagub Nyanyang Dorong Penguatan Pertanian dan Akses Pasar

Dari sisi infrastruktur, kondisi kelistrikan di kawasan tersebut masih membutuhkan pengembangan. Saat ini, kebutuhan listrik masyarakat di kawasan Pulau Sembur masih didukung fasilitas pembangkit berbahan bakar minyak atau BBM.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat peluang pengembangan energi baru dan terbarukan di wilayah tersebut.

Pemprov Kepri berharap pembahasan bersama Pertamina NRE dapat menyatukan pemahaman antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat, sehingga rencana pengembangan energi di Pulau Sembur dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan warga. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *