Listrik Padam Seharian di Tanjungpinang, Warga Serbu Kedai Kopi untuk Ngecas HP dan Belajar

Tanjungpinang – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Tanjungpinang, Senin (12/10/2026), membuat aktivitas warga terganggu. Sebagian warga memilih keluar rumah dan mendatangi kedai kopi untuk mencari tempat yang memiliki aliran listrik, mulai dari mengecas telepon seluler hingga menemani anak belajar.

Pemadaman yang dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 06.30 WIB itu diduga berkaitan dengan gangguan sistem kelistrikan dari Batam atau blackout. Namun, dampaknya tidak dirasakan secara bersamaan di seluruh wilayah Tanjungpinang.

banner 728x90

Di Jalan DI Panjaitan, Kilometer 9, misalnya, listrik sempat menyala kembali sekitar pukul 12.30 WIB hingga 17.00 WIB. Sementara itu, di sebagian wilayah Jalan Adi Sucipto, sekitar SMP Negeri 7, serta ruas Jalan Tanjungpinang–Tanjunguban, pemadaman masih dirasakan hingga menjelang malam.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak pada kegiatan usaha warga.

Transaksi Manual, Salon Rumahan Batasi Layanan

Seorang pegawai toko kosmetik mengaku tokonya terpaksa melayani transaksi secara manual karena listrik belum menyala. Kondisi tempat usaha yang gelap dan udara panas membuat aktivitas kerja semakin tidak nyaman.

Baca Juga :  Hapus Kesan Menakutkan, Satlantas Polres Bintan Ajak Murid TK Jadi Sahabat Polisi dan Melek Lalu Lintas

“Kami dari tadi pagi jam setengah tujuh sampai sekarang masih mati,” ujarnya sambil mengipas wajah menggunakan selembar kertas tebal.

Gangguan serupa dirasakan Ceti, pemilik salon rumahan di salah satu kawasan perumahan di Kilometer 10 Tanjungpinang. Ia terpaksa membatasi pelayanan karena sejumlah peralatan salon membutuhkan pasokan listrik.

Menurutnya, layanan potong rambut biasa masih bisa dilakukan. Namun, pelayanan yang membutuhkan pengering rambut atau hair dryer tidak dapat berjalan normal.

“Kalau hanya potong rambut biasa, bisa, karena tidak menggunakan listrik. Tapi kalau hair dryer atau blow, tidak bisa. Itu pun kerjanya jadi panas dan berkeringat,” kata Ceti.

Kedai Kopi Dipadati Warga

Di tengah pemadaman yang belum merata, kedai kopi menjadi salah satu tempat tujuan warga untuk melanjutkan aktivitas.

Pantauan Channelkepri.com di sebuah kedai kopi kawasan Batu 10 menunjukkan sejumlah meja dipenuhi pengunjung. Ada warga yang sekadar minum kopi, bekerja menggunakan laptop, hingga mendampingi anak belajar.

Sebagian pengunjung bahkan membawa kabel ekstensi atau colokan sendiri agar dapat mengisi daya perangkat elektronik mereka.

Baca Juga :  Mengemban Misi Trigatra Bangun Bahasa: Sepasang Anak Muda Batam Sabet Gelar Duta Bahasa Kepri 2026

Meri, salah seorang pengunjung, mengatakan dirinya terpaksa membawa anak keluar rumah untuk mencari tempat belajar yang memiliki aliran listrik.

“Di rumah kita di Jalan Hang Tuah Tanjungpinang dan sekitar Jalan Ganet mati lampu, jadi ini terpaksa cari tempat buat belajar anak,” ujarnya.

Pengunjung lainnya, Sinta dari Bintan Timur mengaku keluar rumah karena kondisi di wilayah tempat tinggalnya masih mengalami pemadaman. Selain mencari suasana yang lebih nyaman, ia juga menghadapi kendala jaringan komunikasi.

“Jadi kami keluar untuk mencari angin, soalnya sinyal susah,” katanya.

Kondisi ini memperlihatkan bagaimana pemadaman listrik tidak hanya menghambat pekerjaan dan usaha, tetapi juga memaksa warga menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan mencari tempat yang masih memiliki pasokan listrik.

PLN Lakukan Pemulihan Bertahap

Sementara itu, PLN UP3 Tanjungpinang menyampaikan bahwa proses pemulihan sistem kelistrikan terus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas dan keandalan penyaluran listrik kepada pelanggan.

Dalam keterangan resminya, PLN menyebutkan bahwa hingga pukul 19.30 WIB, pasokan listrik telah kembali disalurkan ke sejumlah wilayah di Tanjungpinang.

Baca Juga :  Momen Idul Fitri 1447 H: Bupati Bintan Buka Pintu Silahturahmi untuk Seluruh Lapisan Masyarakat

Wilayah yang disebut telah mendapatkan pemulihan antara lain Jalan DI Panjaitan, Jalan Ahmad Yani, Jalan RH Fisabilillah, Jalan WR Supratman Kilometer 13, Jalan Raya Uban Kilometer 10, serta sejumlah kawasan lain, termasuk Bukit Cermin, Merdeka, Sunaryo, dan beberapa ruas jalan di sekitarnya.

PLN menyatakan pemantauan dan koordinasi terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan di wilayah lain, dengan mempertimbangkan kondisi sistem kelistrikan dan hasil investigasi di lapangan.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta mengapresiasi kesabaran masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.

Namun, hingga berita ini ditulis, pemadaman masih dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Bintan Timur. Aqsal, Kepala ULP PLN Kijang, membenarkan bahwa pasokan listrik di wilayah tersebut belum pulih.

“Saat ini masih padam,” ujarnya singkat.

Perbedaan kondisi pemulihan di sejumlah wilayah membuat warga masih harus menyesuaikan kegiatan mereka sambil menunggu pasokan listrik kembali normal. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *