Buka Pelatihan Kuliner PKK Bintan, Hafizha Dorong Ibu-Ibu Ciptakan Peluang Usaha dari Rumah

Bintan, Kepri, Peristiwa50 Dilihat

Bintan – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani, mendorong kaum perempuan memanfaatkan potensi bahan pangan lokal untuk mengembangkan usaha kuliner yang bernilai ekonomi. Menurutnya, peluang usaha dapat dimulai dari rumah dengan mengolah bahan-bahan yang tersedia di sekitar menjadi produk kreatif dan memiliki daya saing.

Pesan tersebut disampaikan Hafizha saat membuka kegiatan Cooking Class dan Manajemen Food Cost bertema “Mengolah Peluang: Inovasi Kuliner Khas Bintan” di Politeknik Bintan Cakrawala (PBC), Kawasan Wisata Lagoi, Rabu (21/10/2026).

banner 728x90

Dalam kegiatan itu, Hafizha bersama jajaran pengurus PKK Bintan mengikuti demonstrasi memasak yang memperkenalkan sejumlah inovasi kuliner, di antaranya flosroll abon ikan dan pizza lakse.

Baca Juga :  Musim Kemarau Mulai Terasa, Warga Bintan Buyu Beli Air Bersih Rp75 Ribu per Ton

Hafizha mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan memasak, tetapi juga memberikan bekal bagi peserta untuk mengembangkan usaha yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

“Perempuan, khususnya ibu-ibu PKK, memiliki peran penting dalam membangun ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Dari rumah, kita dapat menciptakan berbagai peluang yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha kuliner,” ujar Hafizha.

Hafizha mengatakan, Kabupaten Bintan memiliki beragam bahan pangan dan kekayaan kuliner lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual. Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada sejumlah kreasi makanan, seperti pizza lakse, flossroll abon ikan selikur atau tongkol, taco daun kelor, dan sate lilit nangka.

Baca Juga :  Lanal Bintan Salurkan 300 Paket Sembako, Roby Apresiasi Bakti Sosial HUT TNI

Inovasi tersebut diharapkan dapat mendorong peserta mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Selain keterampilan mengolah makanan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai manajemen food cost atau perhitungan biaya produksi makanan. Materi ini mencakup penghitungan biaya bahan baku, penentuan harga jual, serta pengendalian biaya agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurut Hafizha, kemampuan memasak dan menghasilkan produk yang menarik perlu diimbangi dengan pemahaman pengelolaan keuangan usaha. Tanpa perhitungan yang tepat, produk yang diminati konsumen belum tentu memberikan keuntungan bagi pelaku usaha.

Baca Juga :  Jaring Bakat Generasi Muda Bidang Non-akademik, Dinas Pendidikan Bintan Pastikan O2SN dan FLS2N Tetap Berlanjut

“Jangan sampai kita sudah capek memasak, produknya enak dan kemasannya menarik, tetapi ketika dijual ternyata tidak ada keuntungannya. Saya berharap ibu-ibu membawa pulang resep sekaligus pengetahuan tentang cara mengelola usaha kuliner,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Hafizha mengajak seluruh anggota PKK untuk mulai merintis usaha dari skala kecil dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Mari kita jadikan PKK sebagai ruang bagi perempuan untuk belajar, berkarya, berinovasi, dan mandiri secara ekonomi,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *