Usia 12 Tahun, Alvin Julianto Jadi Sorotan di Arena Biliar Porprov Kepri

Bintan, Kepri, Profil222 Dilihat

Tanjungpinang – Usianya baru menginjak 12 tahun. Namun, kemampuan Alvin Julianto di atas meja biliar mulai mencuri perhatian dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri VI 2026.

Atlet muda asal Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan ini menjadi salah satu peserta termuda yang tampil di cabang olahraga biliar. Meski masih duduk di bangku kelas VII SMP Negeri 12 Bintan, Alvin mampu menunjukkan perkembangan permainan yang menjanjikan hingga berhasil melangkah ke babak semifinal.

banner 728x90

Alvin bukan berasal dari keluarga biasa dalam dunia biliar. Ia merupakan anak ketiga dari Hermanto, yang dikenal dengan nama Ahuat, seorang pelatih sekaligus sosok yang cukup dikenal di kalangan biliar.

Ia juga merupakan adik dari Andri Januarta dan Albert Januarta. Ketiganya dikenal dengan sebutan Jbrothers, atlet biliar asal Tanjung Uban yang telah lebih dahulu menorehkan prestasi di dunia biliar.

Sejak kecil, Alvin bersama kedua kakaknya tumbuh di lingkungan biliar milik keluarga mereka, OBC Pool Biliar & Cafe di Tanjunguban. Sang ayah menjadi orang pertama yang mengenalkan sekaligus membimbing mereka menekuni olahraga tersebut.

Baca Juga :  Bukan Demo, Mapolsek Bintan Timur Mendadak 'Dikepung' Karangan Bunga Karena Alasan Ini!

Di lingkungan keluarga, Alvin akrab disapa Bocil. Meski usianya masih belia, pengalaman bertandingnya terbilang cukup luas.

Sebelum tampil di Porprov Kepri VI 2026, Alvin telah mengikuti sejumlah kejuaraan di Batam, Jakarta, Filipina hingga Vietnam. Ia juga pernah ambil bagian dalam Carabao Junior Open 2026 yang berlangsung pada Februari lalu.

Bagi Alvin, Porprov Kepri kali ini menjadi pengalaman tersendiri. Ia mengaku senang bisa tampil dan berhasil melangkah hingga babak semifinal.

“Saya senang bisa main di sini. Saya sudah masuk semifinal,” ujarnya, Selasa siang (03/11/2026) saat ditemui ChannelKepri.com di arena pertandingan Proprov Kepri ke-VI di 7Pool, Biliard & Cafe, jalan MT Haryono KM 3 Tanjungpinang.

Alvin mengaku termotivasi mengikuti jejak sang kakak, Andri Januarta, yang telah lebih dahulu merasakan atmosfer pertandingan di luar negeri.

Baca Juga :  Tanam 2.000 Bibit Mangrove, Satgas TMMD Ke-129 Hijaukan Pesisir Teluk Diraja Bintan

“Saya terinspirasi dari Andri Januarta, koko saya. Saya juga mau bisa bertanding ke luar negeri seperti dia,” katanya.

Ketertarikannya terhadap biliar juga didorong oleh keinginan untuk meraih prestasi dan mendapatkan hadiah dari setiap turnamen yang diikuti.

Dalam menjalani latihan, Alvin mengaku mendapat didikan langsung dari sang ayah. Meski terkadang harus menghadapi latihan keras hingga teguran, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar.

“Saya dilatih papi sendiri. Meski keras dan dimarahin, saya tetap mau belajar,” ungkapnya.

Alvin pun memiliki cita-cita menjadi atlet biliar profesional dan mampu berkompetisi di tingkat internasional.

Sementara itu, sang ayah, Hermanto alias Ahuat, mengatakan potensi atlet biliar junior di Kabupaten Bintan sebenarnya cukup banyak. Namun, pembinaan atlet usia dini membutuhkan dukungan dan komitmen, terutama dari keluarga.

Menurutnya, keberhasilan Albert Januarta yang mulai dikenal setelah mengikuti berbagai pertandingan internasional junior turut memotivasi munculnya minat generasi muda terhadap olahraga biliar di Bintan.

Baca Juga :  Panen Bersama Petani Bintan, Wagub Nyanyang Dorong Penguatan Pertanian dan Akses Pasar

Ia mengaku tidak bisa menangani seluruh atlet junior secara langsung karena pembinaan anak-anak membutuhkan persetujuan dan dukungan orang tua masing-masing.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kekhawatiran orang tua terhadap pendidikan anak jika terlalu fokus menekuni olahraga.

“Menjadikan anak sebagai atlet itu tidak bisa setengah hati. Kalau tanggung-tanggung, lebih baik sekolah saja,” ujarnya.

Meski demikian, Hermanto berharap pemerintah dapat memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet junior, sehingga pendidikan dan prestasi olahraga bisa berjalan beriringan.

Khusus untuk Alvin, Hermanto mengaku masih melihat perkembangan kemampuan dan keseriusan anaknya dalam menjalani latihan. Jika kemampuannya terus meningkat, ia membuka peluang untuk mendukung Alvin berkompetisi hingga tingkat internasional.

Namun, menurutnya, semua itu kembali pada kemauan Alvin sendiri untuk disiplin dan konsisten mengikuti jadwal latihan.

“Kalau skill-nya bisa bertambah, saya akan mendukung untuk go international. Tetapi kembali lagi kepada anaknya sendiri, mau tidak latihan tepat waktu,” tutupnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *