Omzet Melejit hingga Rp3 Juta Saat Event, Pelaku UMKM Wisata Gurun Pasir Busung Bintan Harapkan Aliran Listrik

Bintan – Popularitas objek wisata Gurun Pasir dan Telaga Biru di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, terus membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan tersebut mengaku merasakan langsung geliat ekonomi dari kunjungan wisatawan.

Nora, salah satu pedagang di area wisata Gurun Pasir, mengungkapkan bahwa pendapatan mereka sangat bergantung pada tingkat kunjungan pelancong. Sehari-hari, Nora membuka lapak dagangannya mulai pukul 07.00 WIB hingga sore hari dengan menjual aneka makanan, camilan, air minum, dan kelapa muda.

Menurutnya, wisatawan yang datang berkunjung tidak hanya berasal dari lokal Kepulauan Riau, melainkan juga turis internasional.

Baca Juga :  Strategi Wabup Bintan Deby Maryanti Wujudkan Birokrasi Profesional dan Adaptif

“Tamu yang datang bisa dari mana saja, ada lokal dan banyak juga dari internasional seperti Singapura dan Malaysia,” kata Nora saat berbincang dengan Channelkepri.com, Minggu (1/6/2026) kemarin.

Panen Cuan di Hari Libur dan Event

Nora mengaku bersyukur karena objek wisata alam yang unik ini selalu mendatangkan rezeki setiap harinya. Pada hari-hari biasa (weekdays), ia rata-rata bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp500 ribu per hari.

Namun, angka tersebut melonjak drastis hingga tiga kali lipat saat akhir pekan atau hari libur nasional. Istimewanya, jika ada agenda pariwisata khusus di lokasi tersebut, omzet bersih yang didapat bisa meroket tajam.

Baca Juga :  Geliat Ekonomi UMKM Wisata Gurun Pasir Desa Busung: Panen Cuan Saat Liburan, Berharap Akses Jalan dan Listrik Dibenahi

“Alhamdulillah setiap hari ada penghasilan. Kalau hari libur bisa naik tiga kali lipat. Terlebih kalau ada event seperti Pesta Ketupat ini, pendapatan bersih bisa mencapai Rp3 juta sehari. Kalau lagi ada event, dagangan kelapa muda yang paling laris manis,” tuturnya dengan wajah sumringah.

Curhat Infrastruktur: Menggunakan Panel Surya dan Kulkas Modifikasi

Meski perputaran ekonomi di Gurun Pasir Desa Busung cukup menjanjikan, para pedagang menyimpan harapan besar agar pemerintah daerah maupun pengelola memberikan perhatian lebih terhadap infrastruktur penunjang.

Nora membeberkan salah satu kendala utama yang dihadapi para pedagang, yaitu ketiadaan aliran listrik dari PLN sejak objek wisata ini dibuka untuk umum pada tahun 2017 silam. Untuk menyiasatinya, sebagian pedagang mengandalkan panel surya (solar panel) dengan kapasitas terbatas.

Baca Juga :  Lebih Meriah dari Tahun Sebelumnya, MTQH XXXIV Batam Jadi Simbol Harmoni Sosial dan Spiritualitas

“Kami belum bisa menikmati listrik di area ini sejak dibuka tahun 2017 lalu. Kalau ada listrik, kami yang berjualan pasti bisa lebih baik lagi. Untuk menyiasati tempat air dingin, sekarang kami terpaksa pakai kulkas bekas yang dimodifikasi (menjadi boks es batu) untuk menyimpan minuman agar tetap dingin,” curhat Nora.

Selain listrik, ia juga berharap akses jalan di kawasan wisata tersebut diperbaiki menjadi lebih bagus dan kegiatan event pariwisata lebih diperbanyak guna memicu arus kunjungan wisatawan secara berkelanjutan. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *