Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026, Lestarikan Tradisi Ratusan Tahun dan Dorong Durian Daun Jadi Ikon Wisata

Bintan, Kepri, Peristiwa67 Dilihat

Bintan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan kembali menggelar ajang budaya dan pariwisata bertajuk Kenduri dan Festival Durian Bintan Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Bekapur, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang disejalankan dengan rangkaian acara Bintan Trekking 2026 ini disambut antusias oleh masyarakat setempat dan wisatawan. Sejak pagi hari, warga tampak berbondong-bondong memadati lokasi acara menggunakan kendaraan pribadi hingga bus rombongan.

banner 728x90

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya deretan tenda bazar UMKM lokal yang menyajikan berbagai produk hasil kebun, seperti durian, petai, rambutan, hingga buah kecapi. Tak hanya itu, olahan khas berbahan dasar durian seperti lempuk, pulut kuah durian, hingga selai durian turut dijajakan kepada para pengunjung.

Tradisi Syukuran Ratusan Tahun

Kenduri buah durian merupakan tradisi adat masyarakat Teluk Bintan yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak ratusan tahun lalu. Tradisi ini diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh sesepuh desa, lalu dilanjutkan dengan tradisi makan bersama pulut kuah durian yang dimasak secara gotong royong oleh warga.

Baca Juga :  Dilema Aturan Belanja Pegawai 30 Persen: Bagaimana Nasib PPPK Bintan?

Ketua Panitia Acara sekaligus Tokoh Masyarakat Desa Bintan Buyu, Muhammad Ali (Tok Ali), menjelaskan bahwa kenduri ini merupakan penanda berakhirnya musim panen durian sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang melimpah.

“Makan bubur durian dengan pulut itu filosofinya supaya hati kita bersih. Harapannya tahun depan pohon durian bisa berbuah lebat kembali dan buahnya lengket seperti beras pulut yang bersifat lengket—tidak kosong atau gugur sebelum waktunya,” ungkap Tok Ali.

Ia juga menambahkan bahwa penentuan jadwal acara tahun ini disesuaikan dengan penanggalan Islam. Karena warga memegang kepercayaan untuk tidak menggelar keramaian pada bulan Muharram, maka kenduri baru dilaksanakan tepat setelah bulan Muharram usai.

“Tahun ini kebetulan musim durian di kampung kita bertepatan dengan bulan Muharam, kita tidak boleh mengadakan keramaian, jadi kenduri ini dibuat setelah bulan Muharam selesai dan durian pun sudah hampir habis,” terang Tok Ali.

Baca Juga :  Rakor Bareng Tito Karnavian, Roby Kurniawan Gas Pol Amankan Harga Bahan Pokok di Bintan
Durian Daun yang banyak tumbuh di Bintan. Ukuran buah cenderung lebih kecil dibandingkan durian biasa dan duri yang lebih rapat dan panjang. F : Channelkepri.com

Durian Daun Didorong Jadi Ikon Wisata Bintan

Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata RI, Bayu Aji. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap kelestarian tradisi lokal tersebut dan menyoroti keunikan varietas durian lokal Bintan, yakni Durian Daun.

“Ketika baru sampai, saya disuguhi Durian Daun. Menurut saya, Durian Daun ini sangat potensial dijadikan ikon karena merupakan varietas endemik Bintan. Kita tidak perlu menyaingi Musang King dari negara tetangga yang industrinya sudah besar. Kita harus punya jati diri sendiri,” ujar Bayu Aji.

Bayu menambahkan, keanekaragaman hayati dan keunikan Durian Daun dapat menjadi daya tarik (trigger) utama bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia dan Singapura.

Untuk diketahui, Durian Daun merupakan varietas yang banyak tumbuh di Bintan, khususnya di wilayah Teluk Bintan dengan bentuk buah yang cenderung lebih kecil dan bulat, kulit berwarna hijau, serta duri yang lebih rapat dan panjang. Daging buahnya berwarna putih atau kuning dengan isi hanya 2 sampai 3 biji per buah. Rasanya dikenal manis, lembut (soft), tidak pahit, serta memiliki kadar alkohol yang rendah sehingga aman bagi penderita kolesterol.

Baca Juga :  Bintan Kembali Jadi Tuan Rumah OCBC Singapore National Road 2026 Championship, Targetkan 1.000 Kunjungan Wisman

Dukungan Pemerintah Daerah

Menanggapi dorongan dari Kementerian Pariwisata RI, Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pusat serta partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan acara ini.

“Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan kenduri ini sebagai bentuk rasa syukur atas melimpahnya hasil panen. Kami mengucapkan terima kasih kepada para tokoh masyarakat, orang-orang tua kita, dan seluruh warga yang telah mendukung acara ini,” tutur Roby.

Terkait pendaftaran Durian Daun sebagai ikon daerah, Roby menegaskan bahwa Pemkab Bintan saat ini sedang mengajukan varietas tersebut ke pemerintah pusat, bersamaan dengan komoditas unggulan Bintan lainnya.

“Saat ini kita sedang mengusulkan beberapa produk lokal ke pusat untuk ditetapkan sebagai ikon resmi Bintan, seperti halnya Salak Sari Intan yang juga sudah kita budidayakan,” pungkasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *