Batam — Kabar baik datang bagi masyarakat Pulau Terong, Kecamatan Belakang Padang, Batam. Bantuan sarana bagi nelayan hingga pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari program yang dikawal Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan, melalui agenda reses di wilayah tersebut.
Dalam reses masa persidangan ketiga Tahun 2025–2026 yang digelar Rabu (19/8/2026), masyarakat Pulau Terong menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang masih dihadapi warga kawasan hinterland.
Salah satu perhatian utama diarahkan pada sektor kelautan dan perikanan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Iman menyampaikan, bantuan alat tangkap nelayan dijadwalkan mulai direalisasikan pada November 2026.
Total terdapat 42 unit sampan ting-ting yang disiapkan untuk masyarakat Kecamatan Belakang Padang. Dari jumlah tersebut, sebanyak enam unit dialokasikan untuk nelayan di Kelurahan Pulau Terong.
Selain sampan, nelayan juga akan mendapatkan bantuan berupa kawat jaring atau bubu untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan.
“Bantuan ini kita arahkan untuk mendukung masyarakat nelayan agar aktivitas ekonomi mereka bisa semakin berkembang,” ujar Iman.
Tak berhenti pada bantuan tahun 2026, masyarakat Pulau Terong juga direncanakan mendapatkan bantuan mesin boat pada 2027. Bantuan tersebut berupa mesin berkapasitas 15 HP dan 40 HP.
Iman meminta masyarakat dan perangkat lingkungan memastikan setiap usulan pembangunan maupun bantuan dilengkapi proposal resmi. Menurutnya, kelengkapan administrasi menjadi bagian penting dalam proses penganggaran sekaligus pertanggungjawaban penggunaan APBD.
“Setiap usulan harus dilengkapi proposal. Ini penting agar seluruh program yang diusulkan memiliki dasar administrasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Empat Paket Infrastruktur di Pulau Terong
Selain sektor perikanan, pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian dalam reses tersebut.
Iman menyebut terdapat 18 kegiatan pembangunan yang dialokasikan di Kecamatan Belakang Padang pada tahun anggaran 2026. Khusus Kelurahan Pulau Terong, terdapat empat paket kegiatan fisik.
Sejumlah pekerjaan tersebut meliputi penataan Musala Darul Hikmah di Geranting serta semenisasi jalan di kawasan Teluk Sunti, Teluk Bakau dan Geranting.
Pembangunan infrastruktur di wilayah hinterland dinilai penting untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas umum sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal.
Iman juga mengajak masyarakat mendukung rencana pembangunan jalan lingkar pulau, salah satunya melalui pembebasan lahan secara swadaya.
Menurutnya, akses jalan yang lebih baik akan mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.
“Kalau aksesnya semakin terbuka, aktivitas masyarakat juga akan semakin mudah dan peluang ekonomi di pulau ini bisa berkembang,” ujarnya.
Pendidikan untuk Anak-Anak Wilayah Pulau
Dalam kesempatan tersebut, Iman juga menyampaikan adanya fasilitas pendidikan di Pondok Pesantren yang berada di Pulau Kasu.
Pondok pesantren tersebut menyediakan pendidikan gratis bagi anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu. Selain biaya pendidikan, fasilitas yang diberikan juga mencakup akomodasi dan konsumsi para santri.
Sistem pendidikan yang diterapkan memadukan pendidikan agama dan pendidikan formal sehingga para santri mendapatkan dua ijazah.
Iman berharap keberadaan fasilitas pendidikan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif bagi anak-anak di wilayah hinterland untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala persoalan biaya.
Sementara itu, Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, mengapresiasi perhatian DPRD Kepri terhadap masyarakat di wilayah hinterland.
Menurutnya, reses menjadi ruang komunikasi dua arah antara masyarakat dengan pemerintah dan lembaga legislatif. Berbagai aspirasi yang disampaikan warga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam mendorong percepatan pembangunan.
“Reses ini menjadi ruang komunikasi dua arah. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan yang benar-benar menjadi prioritas,” kata Abdul Hanafi.
Melalui reses tersebut, pembangunan Pulau Terong diharapkan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga memperkuat sektor ekonomi masyarakat, khususnya nelayan.
Program bantuan sarana tangkap, pembangunan jalan dan fasilitas umum menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan hinterland Kota Batam. (Red)
Sumber :Berita ini ditulis ulang berdasarkan informasi yang dipublikasikan Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Riau







