Nagoya Bangkit! Event 5 Hari Sedot 6.000 Pengunjung, Omzet UMKM Batam Meledak

Batam, Kepri, Peristiwa181 Dilihat

Batam – Kawasan Nagoya kembali membuktikan taringnya sebagai episentrum ekonomi Kota Batam. Perhelatan Night Party Nagoya Lantern Festival yang digelar pada 13–17 Februari 2026 di Jalan Raya Nagoya Citywalk sukses mencatatkan perputaran uang yang fantastis, yakni menembus angka lebih dari Rp 1 miliar hanya dalam waktu lima hari.

Berdasarkan hasil studi multiplier effect dari Pusat Kajian Daya Saing ASEAN Politeknik Batam, angka tersebut didapat dari total kunjungan yang mencapai 6.000 orang lebih. Kesuksesan ini menjadi indikator konkret akselerasi pengembangan Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) Prioritas “New Nagoya”.

Baca Juga :  Sinergi Pemko Batam dan Polri: Rusun Rumah Hoegeng Jadi Solusi Hunian Vertikal bagi Personel Polresta

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kebangkitan Nagoya adalah strategi utama untuk memperkuat pusat perdagangan dan jasa.

“Nagoya adalah episentrum perdagangan Batam. Ketika ruang publiknya hidup dan tertata, efek berantainya langsung dirasakan oleh UMKM, sektor jasa, hingga pariwisata,” ujar Amsakar.

Kolaborasi dan Transformasi New Nagoya

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa pertumbuhan inklusif ini lahir dari kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha. Senada dengan itu, Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa revitalisasi kawasan ini merupakan bagian dari agenda besar mentransformasi Nagoya menjadi pusat gaya hidup modern berskala internasional.

Baca Juga :  Batam Bakal Makin Resik! Amsakar Achmad Instruksikan Sekolah hingga Perusahaan Turun ke Jalan Setiap Selasa & Jum'at

“Event ini membuktikan bahwa ketika infrastruktur dan aktivitas ekonomi dikolaborasikan, dampaknya instan terhadap perputaran ekonomi lokal,” tegas Mouris.

Wisatawan Mancanegara Ikut Membanjiri

Festival yang memadukan instalasi lampion tematik, atraksi barongsai, hingga bazaar UMKM ini tidak hanya menarik warga lokal. Wisatawan mancanegara dari Singapura, Malaysia, hingga Brunei Darussalam terlihat memadati area festival.

Puncak acara terjadi pada 16 Februari 2026, di mana ribuan pengunjung memadati 30 tenant UMKM yang menjajakan produknya. Owner Nagoya Citywalk, Suhendro, menyatakan bahwa seluruh pedagang mencatatkan penjualan yang habis setiap malamnya.

Baca Juga :  Perkuat Solidaritas, Keluarga Besar PWI Bintan Gelar Buka Puasa Bersama di Tanjung Uban

“Antusiasme ini menunjukkan potensi besar Nagoya sebagai pusat pariwisata. Kami siap menjadi mitra strategis untuk pengembangan jangka panjang kawasan ini,” ungkap Suhendro.

Kebangkitan Nagoya melalui festival ini menjadi simbol transformasi Batam pascapandemi, sekaligus membuktikan kesiapan kota ini menjadi pusat investasi yang kompetitif di tingkat regional. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *