Bintan – Program JAPFA for Kids yang digagas oleh PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk. menunjukkan hasil nyata dalam menekan angka malnutrisi dan stunting di Kabupaten Bintan. Lewat inisiatif “One Day One Egg” atau pemberian satu telur setiap hari, sebanyak 60 persen siswa yang sebelumnya mengalami masalah gizi kini tercatat membaik.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata PT JAPFA Comfeed. Menurutnya, kolaborasi ini sangat membantu pemerintah dalam menyiapkan generasi emas Bintan yang sehat dan cerdas.
“Ini menunjukkan JAPFA tidak hanya berinvestasi di Bintan, tapi memang peduli terhadap masa depan generasi kita. Program kolaborasi yang serius seperti ini memberikan dampak yang luar biasa,” puji Roby, usai melakukan pertemuan deseminasi program JAPFA for Kids 2025) di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan, Senin (23/02/2026.
Bupati Roby menegaskan pemerintah daerah sangat mendukung keberlanjutan program ini. Ia juga telah menginstruksikan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas serta para guru untuk terus melakukan pengawasan agar cakupan program bisa lebih luas lagi di masa mendatang.
Head of Operation Sumatera PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk, Anwar Tandiono, mengungkapkan bahwa intervensi gizi ini dilakukan secara intensif di 14 sekolah yang tersebar di Kecamatan Toapaya dan Kecamatan Gunung Kijang.
“Dari 200 siswa yang terdata pada awal program, saat ini hanya tinggal 72 siswa yang masih membutuhkan pendampingan. Artinya, sekitar 60 persen menunjukkan perbaikan status gizi yang signifikan,” ujar Anwar Tandiono.
Salah satu bukti keberhasilan ini terlihat di SDN 002 Toapaya. Setelah mengikuti program selama enam bulan, dari 15 siswa yang rutin mengonsumsi satu telur sehari, 12 di antaranya kini memiliki status gizi normal. Pihak sekolah berkomitmen melanjutkan program ini hingga angka malnutrisi mencapai nol persen.
“Sekolah kami mengikuti program Japfa for Kids selama 6 bulan. Alhamdulillah dari 15 siswa yang terdeteksi dan diberikan 1 telur 1 hari selama 6 bulan. Terjadi perbaikan gizi pada 12 orang siswa, sementara 3 siswa lainnya masih terdeteksi malnutri,” ujar Istuti, Guru SDN 002 Toapaya usai mengikuti kegiatan Deseminasi di kantr Bupati Bintan, Senin (23/02).
Kedepan sekolah ini akan kebali mengkuti program tersebut untuk men nol kan anggka malnutrisi tersebut.
Perluasan Sasaran ke Teluk Bintan
Memasuki tahun kedua, Program JAPFA for Kids dipastikan akan terus berlanjut. Setelah sukses di Toapaya dan Gunung Kijang, kini sasaran program diperluas ke Kecamatan Teluk Bintan sebagai bentuk komitmen jangka panjang perusahaan.
Program ini mengusung pendekatan Empat Pilar Gizi Seimbang yang melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pihak sekolah, Puskesmas, hingga peran aktif orang tua dalam membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. (Red)






