Batam Menuju Kota Tanpa TPS Terbuka: Li Claudia Chandra Percepat Transformasi Sampah 2026

Uncategorized59 Dilihat

Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melakukan langkah besar dalam memodernisasi sistem kebersihan kota. Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memimpin rapat koordinasi terkait transformasi tata kelola persampahan tahun 2026 yang fokus pada percepatan kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta, Rabu (1/4).

Dalam arahannya, Li Claudia menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada pembagian peran yang presisi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan mitra swasta.

“Jika melibatkan pihak swasta, peran pemerintah harus jelas. Semua harus terukur, terarah, dan transparan agar implementasi di lapangan berjalan efektif,” tegas Li Claudia.

Baca Juga :  Pemko Batam Terapkan WFH Mulai 24 April, Targetkan Hemat Anggaran Rp18,1 Miliar

Salah satu poin krusial dalam transformasi ini adalah rencana penutupan Tempat Penampungan Sementara (TPS) terbuka yang seringkali menjadi titik sampah liar. Pemko Batam akan mengalihkan sistem tersebut ke konsep bak komunal yang lebih tertata dan didukung oleh digitalisasi sistem pemantauan.

Transformasi ini juga mencakup rehabilitasi titik pembuangan yang tidak layak serta penguatan infrastruktur di TPA Punggur, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang ditargetkan rampung pada Mei 2026.

Sejak Maret 2026, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Batam telah melakukan kajian mendalam yang meliputi:

  • Analisis zonasi pelayanan dan perhitungan biaya operasional.

  • Skema investasi per zona untuk pihak swasta.

  • Rencana integrasi retribusi sampah dengan layanan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum).

Baca Juga :  Ratusan Mahasiswa Mulai Daftar Beasiswa Bintan 2026, Kesra Ingatkan Teliti Unggah Berkas

Laporan akhir kajian ini dijadwalkan selesai pada minggu kedua Mei 2026, yang akan menjadi dasar bagi pelelangan paket pekerjaan seperti pengangkutan sampah, pengelolaan TPA, hingga pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Li Claudia berharap dengan pembenahan aspek pembiayaan yang akuntabel dan sistem yang terintegrasi, Batam dapat menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Kita harus menyelesaikannya dengan sistem yang baik demi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *