Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter. Tak hanya fokus pada kecerdasan dan keterampilan, pembinaan mental dan spiritual juga menjadi perhatian utama.
Melalui program perkemahan religius, Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengajak para pemuda asli daerah untuk turut serta dalam kegiatan yang menggabungkan pembinaan keagamaan dengan pengalaman alam terbuka.
“Saya memanggil pemuda-pemuda hebat di Bintan untuk menjadi generasi religius. Ini adalah ikhtiar kita bersama agar anak muda Bintan kuat secara lahir dan batin,” ujar Roby saat menyampaikan ajakan tersebut, Jumat (03/04/2026).
Kegiatan ini dirancang oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Bintan dengan konsep menarik dan edukatif. Para peserta akan mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari perkemahan, tadabbur alam, ibadah dan muhasabah, kultum subuh, hingga kajian keislaman.
Tak hanya itu, peserta juga akan dibekali keterampilan praktis seperti penyelenggaraan fardhu kifayah, tata cara penyembelihan hewan, kepemimpinan berbasis agama, outbound, hingga pelatihan menjadi konten kreator Islami.
Kepala Dispora Bintan, Alfeni Harmi, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari di Bumi Perkemahan Kwarcab Bintan, Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan.
“Peserta akan menginap di tenda yang telah disiapkan, sehingga suasana pembelajaran agama benar-benar menyatu dengan alam,” jelasnya.
Program ini dijadwalkan berlangsung pada April 2026 dan terbuka khusus bagi peserta laki-laki (ikhwan) berusia 16 hingga 30 tahun yang memiliki KTP Bintan.
Menurut Alfeni, pembatasan peserta laki-laki dilakukan karena adanya materi khusus seperti pelatihan menjadi imam dan praktik penyembelihan hewan. Namun, pihaknya membuka peluang untuk menghadirkan versi perempuan (akhwat) pada tahun mendatang.
Pendaftaran telah dibuka hingga 15 April 2026 melalui tautan bit.ly/campreligius2026. Dengan kuota terbatas, calon peserta akan melalui proses seleksi sebelum dinyatakan lolos.
Menariknya, seluruh peserta akan mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari uang transportasi, perlengkapan pelatihan, tas ransel, konsumsi selama kegiatan, hingga sertifikat resmi.
Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Bintan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki pondasi agama yang kuat demi mewujudkan Bintan sebagai daerah yang religius dan madani. (Red)










