Tanjungpinang – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar diskusi publik strategis bertajuk “Ekosistem Maritim Pondasi Utama Menuju Kepri Emas 2045” di Kampus UMRAH Dompak, Selasa (5/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian semarak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Diskusi yang berlangsung secara hybrid di Galeri Tamadun Maritim ini menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, Dr. Said Sudrajad, serta perwakilan Aliansi Maritim Indonesia (ALMI), Osman Hasyim. Turut hadir Dekan FIKP UMRAH, Dr. Donny Apdillah, sebagai penanggung jawab kegiatan.
Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi paradigma pembangunan maritim. Menurutnya, sebagai negara kepulauan, Indonesia tidak boleh hanya terpaku pada eksploitasi sumber daya, tetapi harus beralih pada inovasi berbasis pengetahuan.
“Pembangunan sektor kelautan wajib didorong oleh riset, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Laut adalah milik bersama yang harus kita manfaatkan secara bijak dan berkelanjutan,” ujar Prof. Agung.
Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memegang peran vital dalam menyediakan data ilmiah sebagai pijakan kebijakan pemerintah. Dari forum ini, diharapkan lahir policy brief atau rekomendasi konkret bagi para pemangku kepentingan.
“Mari kita jadikan Kepulauan Riau sebagai miniatur wilayah kemaritiman dunia. Laut harus kita jaga bersama sebagai simpul masa depan,” tambahnya.
Di sisi lain, tokoh pejuang pembentukan Provinsi Kepri sekaligus Dewan Pertimbangan UMRAH, Dato’ H. Huzrin Hood, mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk mendalami sejarah sebagai fondasi membangun daerah.
“Saya berharap dari UMRAH lahir pemikiran besar yang terus disebarluaskan. Ide-ide cemerlang ini jangan hanya berhenti di forum diskusi, tapi harus menjadi aksi nyata,” tegas Huzrin Hood.
Selain diskusi, antusiasme peserta juga terlihat di area UMRAH Nexus Expo 2026 yang telah berlangsung sejak 4 Mei. Pameran ini menampilkan berbagai produk inovasi dan karya orisinal civitas akademika UMRAH dalam mendukung ekosistem maritim.
Melalui kegiatan ini, UMRAH kembali mempertegas posisinya sebagai pusat unggulan ilmu kemaritiman di Indonesia. “Dimulai dari Kepulauan Riau, saatnya Indonesia melaju menjadi kekuatan maritim dunia berbasis inovasi,” tutup Rektor UMRAH. (Red)







