Pasca-Kasus Bullying SMK di Bintan, Disdik Kepri Aktifkan Kembali Satgas Pencegahan Kekerasan

Bintan, Kepri, Peristiwa109 Dilihat

Bintan – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau mengambil langkah cepat guna memastikan kasus perundungan (bullying) tidak lagi terulang di lingkungan sekolah. Hal ini menyusul insiden perundungan di salah satu SMK Negeri di Bintan pada 16 April lalu yang baru saja berakhir damai melalui mediasi Lembaga Adat Melayu (LAM) Bintan, Rabu (29/04).

Kepala Bidang (Kabid) SMK Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Suhono, menegaskan bahwa pihaknya akan mengaktifkan kembali serta memperkuat tim pencegahan kekerasan di tingkat sekolah.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, Pemkab Bintan Usulkan 12 Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih

“Di setiap sekolah kita sebenarnya sudah ada tim pencegahan kekerasan, bahkan di tingkat dinas provinsi pun ada satgasnya. Ini akan kita aktifkan kembali dan tingkatkan fungsinya agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” ujar Suhono usai menghadiri mediasi antar keluarga

Suhono berharap insiden ini menjadi yang pertama sekaligus terakhir di Kabupaten Bintan. Ia mengingatkan bahwa masa depan para siswa masih sangat panjang, sehingga lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk bertumbuh.

Lebih lanjut, ia meminta pihak sekolah untuk lebih masif dalam memberikan edukasi mengenai batasan antara tindakan disiplin dan perilaku perundungan. Menurutnya, pemahaman ini sangat krusial, terutama di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Baca Juga :  Warga Bintan Harap Lapor! Dinsos Beri Waktu 3 Bulan Update Data BLT Lansia

“Sekolah SMK memang menekankan kedisiplinan tinggi karena lulusannya dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja. Namun, sekolah harus bisa memberikan informasi yang jelas mana yang masuk kategori disiplin dan mana yang masuk kategori bullying,” tambahnya.

Langkah penguatan satgas ini diharapkan dapat menciptakan iklim pendidikan yang lebih sehat dan kondusif di seluruh wilayah Kepulauan Riau. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *